MORUT, POSONEWS.ID – Kabar duka menyelimuti masyarakat Desa Lee, Kecamatan Mori Atas, Kabupaten Morowali Utara. Almida Batulapa, mantan Kepala Desa Lee yang dikenal aktif memperjuangkan hak masyarakat atas tanah, meninggal dunia pada Senin (17/8/2026) setelah mengalami sakit.
Semasa hidupnya, Almida dikenal konsisten menyuarakan kepentingan warga, terutama dalam persoalan tanah masyarakat yang berada di kawasan Hak Guna Usaha (HGU) perusahaan. Perjuangan itu dilakukan melalui penyampaian aspirasi, pertemuan, hingga dialog dengan pihak-pihak terkait.
Bagi warga yang pernah bersamanya memperjuangkan persoalan agraria, Almida bukan sekadar mantan kepala desa. Ia dikenal sebagai perempuan yang berani menyampaikan suara masyarakat ketika kepentingan warga berhadapan dengan persoalan penguasaan dan pemanfaatan lahan.
“Beliau selalu berusaha menyuarakan kepentingan masyarakat. Perjuangannya tidak mudah, terus berusaha memperjuangkan apa yang dianggap menjadi hak warga,” ujar salah seorang warga yang mengenal kiprahnya.
Kepergian Almida meninggalkan duka bagi keluarga, kerabat, dan masyarakat Desa Lee. Jejak pengabdiannya sebagai kepala desa serta keterlibatannya dalam memperjuangkan persoalan tanah menjadi bagian dari perjalanan masyarakat setempat.
Keluarga juga meminta masyarakat memaafkan segala kesalahan dan kekhilafan mendiang selama hidup. Mereka berharap doa terbaik dipanjatkan agar Almida mendapat tempat yang layak di sisi Tuhan Yang Maha Esa.
Bagi masyarakat yang pernah berjalan bersamanya, perjuangan Almida mungkin telah berakhir bersama kepergiannya. Namun, keberaniannya menyuarakan kepentingan warga akan tetap menjadi bagian dari kenangan yang ditinggalkan.(CHEM)





