POSONEWS.ID – Mahasiswa Program Studi Pendidikan Geografi Universitas Tadulakoyang tergabung dalam Kelompok 1 Praktik Kerja Lapangan (PKL) I melaksanakan kegiatan observasi lapangan di Desa Balukang, Kecamatan Sojol, Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah, pada 31 Mei hingga 3 Juni 2026. Kegiatan tersebut bertujuan untuk mengkaji kondisi bentang alam, potensi sumber daya serta perekonomian masyarakat desa.
Fitriatul Haerani, Salah satu mahasiswa yang tergabung dalam kelompok 1 menjelaskan bahwa kegiatan lapangan dilakukan melalui observasi langsung dan wawancara dengan masyarakat guna memperoleh gambaran mengenai kondisi wilayah dan aktivitas ekonomi masyarakat setempat.
“Melalui kegiatan PKL I ini, kami ingin memperoleh gambaran langsung mengenai kondisi bentang alam, sumber daya, dan perekonomian masyarakat Desa Balukang. Hasil observasi menunjukkan bahwa sektor pertanian dan perkebunan masih menjadi penopang utama kehidupan masyarakat,” ujarnya.
Hasil pengamatan menunjukkan bahwa sektor pertanian dan perkebunan masih menjadi tulang punggung perekonomian masyarakat Desa Balukang. Kondisi lahan yang subur dan iklim yang mendukung, menjadikan sebagian besar masyarakat menggantungkan mata pencaharian mereka pada aktivitas bercocok tanam dan berkebun yang telah dilakukan secara turun-temurun.
Berbagai komoditas utama seperti padi, kelapa, kakao, cengkeh, jagung dan sagu tumbuh dan dikembangkan oleh masyarakat. Komoditastersebut tidak hanya memenuhi kebutuhan lokal, tetapi juga menjadisumber pendapatan utama bagi sebagian besar keluarga di desa.
Salah satu komoditas yang memiliki kontribusi besar terhadap perekonomian masyarakat adalah padi sawah. Berdasarkan hasil wawancara dengan HJ Andang, salah seorang pemilik lahan pertanian di Desa Balukang, pendapatan dari hasil panen padi dapat mencapai hampir Rp 100 juta dalam satu musim panen apabila lahan dikelola dengan baik dan kondisi produksi mendukung.
Bapak Irsan, salah seorang petani juga menjelaskan bahwa keberhasilan panen sangat dipengaruhi oleh kondisi cuaca, teknik pemupukan serta serangan hama yang dapat menurunkan produktivitas lahan.
“Pertanian masih menjadi sumber penghidupan utama masyarakat di Desa Balukang. Hasil panen sangat dipengaruhi oleh kondisi cuaca, pemupukan, dan serangan hama. Jika kondisi mendukung, hasil panenyang diperoleh tentu jauh lebih baik,” kata Bapak Irsan.
Selain sektor pertanian, perkebunan juga menjadi potensi ekonomi yang penting bagi masyarakat Desa Balukang. Kelapa, kakao, cengkeh dan sagu merupakan komoditas utama yang dikelola oleh masyarakat dan menjadi sumber pendapatan jangka panjang bagi keluarga petani.
Komoditas kakao dan cengkeh memiliki nilai jual yang cukup tinggi di pasaran, sementara itu pohon kelapa dimanfaatkan tidak hanya untukbuahnya, tetapi juga untuk menghasilkan nira yang diolah menjadi gula merah. Sebagian besar hasil perkebunan dipasarkan kepada pedagang pengumpul yang kemudian mendistribusikannya ke luar daerah.
Meski memiliki potensi yang besar, sektor pertanian dan perkebunan di Desa Balukang masih menghadapi berbagai tantangan. Perubahan kondisi cuaca, serangan hama dan penyakit tanaman, serta fluktuasi harga komoditas menjadi kendala yang sering dihadapi petani.
Dalam kondisi yang kurang menguntungkan, produktivitas lahan dapat menurun. Sebaliknya, apabila kondisi cuaca mendukung dan pengelolaan lahan dilakukan dengan baik, hasil panen dapat meningkatsecara signifikan.
Dosen pengampu mata kuliah PKL I, Rendra Zainal Maliki, menilai kegiatan lapangan menjadi bagian penting dalam proses pembelajaran mahasiswa geografi karena memberikan pengalaman langsung mengenaikondisi wilayah dan kehidupan masyarakat.
“Kegiatan PKL I memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk memahami kondisi wilayah secara langsung, mulai dari bentang alam, potensi sumber daya, hingga dinamika sosial ekonomi masyarakat. Pengalaman lapangan seperti ini penting untuk membangun kemampuan analisis mahasiswa geografi,” ungkapnya.
Melalui kegiatan PKL I ini, mahasiswa Pendidikan Geografi Universitas Tadulako tidak hanya memperoleh pengalaman lapangan, tetapi juga mampu mengidentifikasi berbagai potensi dan tantangan yang dimiliki Desa Balukang. Hasil observasi tersebut diharapkan dapat menjadisumber informasi mengenai kondisi sumber daya dan perekonomianmasyarakat desa.
Dengan potensi sumber daya alam yang melimpah serta tingginya ketergantungan masyarakat terhadap sektor pertanian dan perkebunan, Desa Balukang memiliki peluang untuk terus berkembang. Dukungan berbagai pihak dalam peningkatan produktivitas, pengelolaan sumber daya dan pengembangan sektor pertanian diharapkan mampu mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat di masa mendatang. EKO





