Sosialisasi Perlindungan Pekerja Perempuan di BTIIG, Nursia: Ini Masalah Serius, Bukan Seremonial Belaka

0
12
- Advertisement -

POSONEWS.ID, MOROWALI – Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kabupaten Morowali melakukan kunjungan ke kawasan PT. Baoshuo Taman Industri Investment Group (BTIIG) di Desa Topogaro, Kecamatan Bungku Barat, Kabupaten Morowali, Rabu (20/5/2026)

Kunjungan tersebut dalam rangka monitoring dan sosialisasi terkait perlindungan pekerja perempuan di kawasan PT. BTIIG. Selain itu, DP3AP2KB Morowali memastikan hak dasar pekerja perempuan, diantaranya cuti haid, melahirkan, menyusui dan jaminan jenjang karir yang nondiskriminatif.

Kepala Dinas P3AP2KB Morowali, Nursia mengatakan bahwa pihak perusahaan harus memberikan perlindungan kepada pekerja perempuan dari pelecehan dan kekerasan di tempat kerja, keselamatan dan kesehatan kerja, serta lingkungan yang ramah perempuan.

“Kami berharap perusahaan dapat terus memperkuat kebijakan internal terkait perlindungan pekerja perempuan, termasuk mekanisme pengaduan yang aman dan pendampingan korban apabila terjadi permasalahan di lingkungan kerja,” harapnya.

Dia menegaskan bahwa sosialisasi tentang perlindungan pekerja perempuan ini adalah hal serius untuk dilakukan sebagai upaya melindungi perempuan di lingkungan kerja dan memastikan rasa aman.

“Perlindungan pekerja perempuan di kawasan perusahaan ini adalah urusan serius, bukan hanya seremonial belaka. Kita bukan berbicara soal kasus yang sudah terjadi atau soal siapa benar siapa salah, tetapi ini soal pencegahan dan perlindungan yang akan dilakukan kedepan. Bagaimana pihak perusahaan menjamin keamanan pekerja perempuan di tempat kerja,” tegasnya.

Selain itu, Nursia juga menjelaskan soal program perlindungan anak, yakni program Taman Asuh Sayang Anak (TAMASYA) dan Asosiasi Perusahaan Sahabat Anak Indonesia (APSAI).

Menanggapi hal tersebut, Satgas Perlindungan, Pencegahan Kekerasan Seksual (PPKS) PT. BTIIG, Zulfahmi mengapresiasi tujuan dari DP3AP2KB Morowali. Pihaknya siap untuk berkolaborasi dengan pemerintah daerah untuk hal positif.

Ia menyebutkan, perekrutan pekerja perempuan di PT. BTIIG menempatkan perempuan di tempat kerja yang resiko kerjanya terbilang rendah, seperti posisi admin, security, perawat dan wakil formen.

“Kami akan berkomunikasi lebih lanjut dengan pihak Dinas dalam kolaborasi perlindungan pekerja perempuan di kawasan perusahaan. Kami akan melakukan pembenahan secara bertahap untuk kebaikan di kemudian hari,” tutupnya. (DRM)