Optimalisasi Kewaspadaan Dini: Tim Poltekkes Kemenkes Palu Dorong Pengendalian PTM di Poso Pesisir

0
10
Foto: Tim Pengabdi bersama kader kesehatan dan masyarakat setempat foto usai kegiatan (ist)
- Advertisement -

POSONEWS.ID – Dalam upaya menekan angka prevalensi Penyakit Tidak Menular (PTM), tim pengabdi dari Program Studi DIII Keperawatan Poso, Poltekkes Kemenkes Palu, melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat bertajuk “Optimalisasi Kewaspadaan Dini dan Respons Komunitas untuk Pengendalian Penyakit Tidak Menular”. Kegiatan berlangsung selama dua hari, pada Kamis hingga Jumat, 7–8 Mei 2026, dan melibatkan langsung kader kesehatan serta warga setempat di wilayah Poso Pesisir.

Tim pengabdi yang terdiri dari Nirva Rantesigi, S.Kep., Ns., MM dan Dewi Nurviana Suharto, Ns, M.Kep, Sp.Kep.MB, menghadirkan sejumlah inovasi berbasis pemberdayaan masyarakat. Program ini difokuskan untuk menjawab tantangan kesehatan utama di wilayah tersebut, yakni tingginya kasus hipertensi, diabetes melitus, hingga penyakit jantung yang menjadi beban kesehatan masyarakat.

Tim Pengabdi Dewi Nurviana Suharto, Ns, M.Kep, Sp.Kep.MB saat memberikan materi

Salah satu terobosan utama yang diperkenalkan adalah pemanfaatan teknologi digital sederhana melalui dashboard monitoring kesehatan. Alat ini dirancang agar kader kesehatan dapat melakukan pendataan, pemantauan, dan analisis tren kesehatan warga secara lebih cepat, akurat, dan efisien. Langkah ini diambil mengingat masih rendahnya tingkat literasi kesehatan serta deteksi dini yang belum berjalan optimal di tingkat komunitas.

“Rendahnya literasi kesehatan dan deteksi dini yang belum maksimal menjadi hambatan utama dalam penanganan PTM. Melalui pendekatan transdisiplin dan dukungan teknologi digital yang mudah digunakan, kami berharap kader kesehatan mampu mengambil keputusan dan melakukan respons cepat yang berbasis pada data riil masyarakat,” ungkap Nirva Rantesigi selaku ketua tim pengabdi.

Selain penguatan sistem pemantauan, kegiatan ini juga memberikan pelatihan intensif terkait penanganan kondisi darurat akibat komplikasi PTM. Dewi Nurviana Suharto menekankan pentingnya peran warga sebagai garda terdepan kesehatan. Peserta dibekali pengetahuan dan keterampilan dalam menerapkan Community-Based Emergency Response System, agar pertolongan pertama pada kasus seperti serangan jantung atau stroke dapat dilakukan dengan tepat sebelum pasien dirujuk ke fasilitas kesehatan terdekat.

“Masyarakat adalah garda terdepan dalam menjaga kesehatan lingkungannya. Jika komunitas memiliki kesiapsiagaan dan kewaspadaan dini yang baik, risiko kematian atau kecacatan akibat penyakit tidak menular dapat diminimalisir secara signifikan,” tambah Dewi Nurviana Suharto.

Ketua Tim Pengabdi Nirva Rantesigi S.Kep., Ns., MM saat memberi materi (Dok.Poltekkes)

Tidak hanya berfokus pada edukasi dan keterampilan, kegiatan ini juga mendorong integrasi data kesehatan komunitas ke dalam Sistem Informasi Desa (SID). Sinergi ini bertujuan agar data kesehatan yang terkumpul dapat menjadi dasar acuan bagi pemerintah desa dalam merumuskan kebijakan, program, dan layanan kesehatan yang lebih tepat sasaran, relevan, dan berkelanjutan di masa mendatang.

Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Pengembangan Desa Mitra (PPDM). Ke depannya, model pengendalian PTM berbasis komunitas yang diterapkan di Poso Pesisir ini diharapkan dapat menjadi percontohan dan direplikasi oleh wilayah-wilayah lain di Kabupaten Poso, demi mewujudkan masyarakat yang lebih sehat, mandiri, dan tangguh dalam menghadapi tantangan kesehatan. ULY