Cidep Sulteng Apresiasi Kapolda Baru, Soroti Ancaman Radikalisme di Poso

0
26
- Advertisement -

POSONEWS.ID – Kapolri resmi menunjuk Kapolda baru Sulawesi Tengah sebagai penanggung jawab keamanan di wilayah Sulteng. Penunjukan tersebut diharapkan mampu memperkuat stabilitas keamanan dan penegakan hukum di daerah.

Kehadiran Kapolda baru itu mendapat apresiasi dari berbagai kalangan. Publik juga menitipkan harapan agar kepemimpinan baru di tubuh Polda Sulteng mampu menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif.

Selain menjaga keamanan, Kapolda baru diharapkan dapat menjalankan tugas Polri secara profesional, adil, dan humanis sebagai pelayan sekaligus pengayom masyarakat.

Direktur Civic Education for Democracy and Peace (Cidep) Sulteng, Budiman Maliki yang juga pegiat perdamaian dan deradikalisasi, menyambut positif kehadiran Kapolda baru tersebut.

Menurut Budiman, kesinambungan penanganan isu radikalisme dan terorisme menjadi perhatian penting di Sulawesi Tengah, khususnya di Kabupaten Poso yang pernah menjadi wilayah rawan konflik.

“Tidak bisa dipungkiri bahwa wilayah Sulteng, khususnya Poso, dalam hampir empat tahun terakhir tingkat peristiwa kekerasan radikalisme dan terorisme mengalami penurunan cukup drastis dibanding sebelumnya,” kata Budiman.

Ia menilai kondisi tersebut menunjukkan tren kondusivitas keamanan yang positif. Penurunan eskalasi, lanjut dia, merupakan hasil kerja serius, strategis, dan kolaboratif aparat keamanan bersama pemerintah daerah, tokoh agama, tokoh masyarakat, kelompok sipil, hingga mitra deradikalisasi.

“Ini merupakan hasil kolaborasi banyak pihak dalam mencegah dan mengedukasi masyarakat terhadap bahaya radikalisme dan terorisme,” ujarnya.

Budiman menegaskan, isu radikalisme dan terorisme masih menjadi pekerjaan rumah aparat keamanan, khususnya Polri. Sebab, beberapa waktu terakhir isu tersebut sempat kembali mencuat ke ruang publik.

Karena itu, ia berharap Kapolda baru Sulawesi Tengah mampu melanjutkan penguatan langkah pencegahan serta memastikan situasi keamanan di Sulteng tetap terkendali dan masyarakat merasa aman.