Pengukuhan Kerukunan Keluarga Bungku Pusat Palu, Gubernur Anwar Hafid: Bungku Adalah Intisari Tepe Asa Moroso

0
141
- Advertisement -

POSONEWS.ID – Gubernur Sulawesi Tengah Dr. Anwar Hafid, M.Si secara resmi mengukuhkan pengurus dan anggota kehormatan Kerukunan Keluarga Bungku (KKB) Pusat Palu Provinsi Sulawesi Tengah periode 2026-2029, bertempat di Sriti Convention Hall Palu, pada Senin, (16/2/2026).

Anwar Hafid dalam sambutannya mengatakan bahwa Bungku adalah inti sari dari Tepe Asa Moroso. Bungku menurutnya terdiri dari tiga suku kata, Berjamaah, Unggul dan Kuat.

“Bungku itu inti sari dari Tepe Asa Moroso. Bungku itu kalau menurut saya Berjamah, Unggul dan Kuat,” ungkapnya

Mantan Bupati Morowali 2 Periode itu juga menjelaskan bahwa Bungku itu Kuat karena di topang oleh Berjamaah (Kolaborasi) dan Keunggulan

“Jadi kenapa Bungku itu sangat Kuat, karena ditopang oleh kekuatan Jamaah atau bahasa sekarang kolaborasi dan ditopang oleh Keunggulan Sumber Daya Alam maupun Sumber Daya Manusia,” jelasnya

Kata Anwar, Bungku menjadi kuat harus terus Berjamaah, Berkolaborasi dan Bersama-sama jangan sampai terpisah

“Jadi kalau orang Bungku itu mau kuat harus terus Berjamaah, Berkolaborasi dan Bersama-sama jangan sampai terpisah. Jadi memang ciri khas kita itu Berjamaah,” tutur Anwar Hafid

Berbicara soal keunggulan Sumber Daya Alam (SDA) kata Anwar, Bungku memiliki Nikel Smelter Raksasa Dunia. Berbicara soal keunggulan Sumber Daya Manusia (SDM) tidak kalah unggul dari SDA Bungku.

Anwar Hafid mengatakan, Berjamaah, Unggul dan Kuat jadi sari pati Simbol Daerah Tepe Asa Moroso

“Sari pati inilah yang dirangkum oleh orang tua kita, sehingga lahirlah yang namanya Tepe Asa Moroso, Bersatu Kita Kuat,” Tegasnya

Mantan Anggota DPR RI itu juga mengungkapkan bahwa, dalam disertasi Doktornya mengkaji kekuatan Tepe Asa Moroso, sehingga lahir teori kepemimpinan baru dalam cabang ilmu pemerintahan yaitu Teori Kepemimpinan Bungku. Menurutnya simbol daerah ini tidak boleh ditinggalkan sehingga daerah dan orang Bungku bisa maju, hebat dan kuat. EKO