Piala Adipura Hasil Gotong Royong Semua Elemen, Mulai Bupati Terdahulu Hingga Pihak Swasta di Morowali

0
157
Foto: Iksan Abd Rauf memegang Piala Adipura, didampingi oleh anggota DPRD Morowali dan sahabat Iksan (Ist)
- Advertisement -

POSONEWS.ID – Kabupaten Morowali berhasil meraih Piala Adipura pada Maret 2024 lalu, sebuah penghargaan bergengsi dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan atas komitmennya menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan. Kesuksesan ini menjadi bukti nyata hasil kerja keras semua elemen, mulai dari masyarakat, pemerintah daerah, hingga sektor usaha dalam menciptakan lingkungan yang bersih, hijau, dan berkelanjutan.

Kepala Bidang Penataan dan Peningkatan Kapasitas Lingkungan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Morowali, Hamlin, yang juga memimpin Tim Adipura, menyampaikan bahwa penghargaan ini merupakan hasil sinergi dari berbagai pihak.

“Penghargaan ini mencerminkan semangat gotong-royong antara masyarakat, dunia usaha, dan industri seperti PT. IMIP, PT. Hengjaya, PT. Wanxiang, serta lainnya. Kesuksesan ini adalah kolaborasi yang erat antara pemerintah dan masyarakat dalam menjaga lingkungan,” ungkapnya.

Hamlin juga mengapresiasi kontribusi seluruh pemerintahan sebelumnya, mulai dari Bupati Anwar Hafid, Taslim, hingga Pj. Bupati Rachmansyah, yang turut berperan dalam pencapaian ini.

Saat dikonfirmasi media ini apakah ada peran pengusaha lokal seperti Iksan Baharudin Abd Rauf, seorang pengusaha lokal asal Bahodopi dalam peran lingkungan hingga Morowali mendapat penghargaan Piala Adipura, Hamlin membenarkan hal tersebut.

Menurutnya, Iksan turut memberikan dukungan sarana prasarana pemilahan sampah, ketika anggaran khusus untuk program tersebut belum tersedia.

Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Morowali berharap penghargaan ini menjadi motivasi untuk terus berinovasi dan menjaga kelestarian alam. “Kami berharap prestasi ini menjadi langkah awal menuju Morowali yang lebih hijau dan berkelanjutan di masa depan,” tutup Hamlin.

Piala Adipura ini tidak hanya menjadi simbol keberhasilan, tetapi juga harapan bagi Morowali untuk berkembang menjadi kabupaten yang ramah lingkungan, berdaya saing, dan menjadi contoh bagi daerah lain di Indonesia. (*DRM)