Bupati Poso: Halal Bi Halal Merupakan Wahana Intropeksi dan Evaluasi Diri

0
73
- Advertisement -

POSONEWS.ID – Pemerintah Daerah (Pemda) Poso menggelar Halal Bi Halal bersama unsur Forkopimda, ASN dan masyarakat.

Giat yang di gagas oleh panitia Peringatan Hari Besar Islam (PHBI) Poso itu, dihadiri langsung Bupati Poso dr. Verna GM Inkiriwang.

Bupati Verna menyebutkan, Halal Bi Halal merupakan tradisi asli masyarakat Indonesia yang pertama kali diperkenalkan oleh Presiden Sukarno, untuk memudahkan masyarakat saling bersilaturahmi tanpa mengunjungi rumah masing-masing.

“Dengan cara datang berkumpul di satu tempat sambil bercanda serta menikmati ala kadarnya,” ujar Verna.

Namun, kata Verna, hakekat dari Halal Bi Halal itu sendiri yaitu saling maaf memaafkan, sehingga tercipta suasana kebersamaan dan persaudaraan di tengah kesibukan menjalankan aktivitas masing-masing.

“Seperti biasanya Halal Bi Halal dilaksanakan setelah umat Islam merayakan lebaran Idul Fitri, guna menyempurnakan kemenangan dan kesucian yang diraih setelah melaksanakan puasa dan ibadah lainnya selama bulan suci Ramadhan,” imbuhnya.

Dikatakan Verna, tradisi dan agama merupakan satu mata rantai yang tidak dapat dipisahkan satu sama lain, dalam membangun masyarakat sejahtera.

Sebagaimana dipahami bersama, bahwa NKRI merupakan negara kaya dengan adat istiadat, budaya dan agama. Sebuah negeri yang plural dengan segala keberagamannya.

“Semua itu peninggalan dari nenek moyang kita yang diturunkan kepada kita dan terus berlanjut dari generasi ke generasi,” tuturnya.

Secara spesifik lanjut Verna, Kabupaten Poso merupakan suatu entitas daerah yang didiami berbagai macam etnik dan agama. Sehingga, keberagaman etnik dan agama tersebut menjadikan Poso sarat dengan nilai tradisi lokal yang luhur dan tidak ternilai harganya.

“Jadi, sudah tepat tema Halal Bi Halal tahun ini, merajut kebersamaan dan silaturrahim dalam keberagaman untuk Poso Maju dan Sejahtera,” tukasnya.

Sementara itu, Ketua FKUB Sulteng Prof. DR. Zainal Abidin saat membawakan hikmah Halal Bi Halal menyebutkan, bahwa perbedaan sudah menjadi sunatullah atau ketentuan Tuhan yang tidak bisa dihindari.

“Sehingga antara sesama manusia harus saling memahami dan saling menghormati atas perbedaan dan keberagaman tersebut,” tandasnya.

Giat yang berlangsung di lapangan futsal GOR Puselemba, Rabu (24/5) itu, dimeriahkan penampilan Nasyid Islami oleh Majelis Ta’lim Khaerunnisa.

Halal Bi Halal turut dihadiri Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Tengah Ellen Ester Pelealu, Ketua PMI Poso Roy Kaloh, Ketua DPRD Poso Sesi Mapeda, Wakil Ketua DPRD Poso Romi Alimin, Tokoh Kharismatik Poso Ustadz H. Adnan Arsal, Ketua MUI Poso H. Arifin Tuamaka, Ketua Komda Alkhairaat Poso Asri Lakuntu, mantan Wakil Bupati Poso Ir. Samsuri, Tokoh Agama Kristen, pemuka Agama Hindu dan undangan lainnya.(ISQ)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini