POSONEWS.ID – Sekretaris Daerah Kabupaten Morowali Utara Ir. Musda Guntur, MM Buka Kegiatan FGD Forum Koordinasi Program Penurunan Stunting di Kabupaten Morowali Utara Tahun 2023 di Ruang Pola, Kamis (03/02/2023).
Forum Group Discussion (FGD) yang dihadiri oleh para OPD yang masuk dalam Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS), para Camat, serta para anggota Tim Penggerak PKK ini bertujuan untuk membahas secara garis besar pemetaan kegiatan dari berbagai pihak seperti OPD yang masuk dalam TPPS, para anggota TP-PKK serta pihak lainnya.
Dalam sambutannya, Tenny C. Sariton S.Sos, MM selaku Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Sulawesi Tengah mengatakan bahwa angka Prevalensi Stunting di Kabupaten Morowali Utara saat ini turun sebesar 10,8% dari 35,5% di tahun 2019 menjadi 24,7% di tahun 2022. Oleh karena itu beliau optimis jika Kabupaten Morowali Utara dapat lebih maksimal lagi melakukan penurunan stunting di tahun 2023.
Beliau berharap seluruh pihak dapat bersinergi dan berkolaborasi dengan baik mulai dari TPPS sampai dengan TP-PKK di tingkat Desa untuk dapat melakukan tugas dan fungsinya secara maksimal agar diperoleh hasil yang maksimal pula.

Sementara itu, Sekda Morut berharap program kerja yang telah disusun oleh TPPS dapat berjalan dengan baik terutama yang berkaitan dengan intervensi gizi spesifik. Beliau ingin agar Dinas Kesehatan dapat memetakan secara rinci per Kecamatan dan per Desa terkait sasaran prioritas seperti ibu hamil, ibu menyusui serta bayi dibawah 2 tahun (Baduta).
Adapun intervensi gizi sensitif seperti peningkatan penyediaan air minum dan sanitasi, peningkatan akses dan kualitas pelayanan gizi dan kesehatan serta peningkatan akses pangan bergizi dapat dilakukan intervensi secara serius oleh berbagai OPD terkait yang masuk dalam TPPS.
“Penurunan Stunting saat ini memang harus serius kita tangani. Hal ini tentu saja untuk menciptakan generasi muda yang berkualitas. Oleh karena itu kami ingin Dinas Kesehatan untuk melakukan pemetaan secara rinci per Kecamatan dan per Desa terkait sasaran prioritas seperti ibu hamil, ibu menyusui serta bayi dibawah 2 tahun (Baduta)”, jelasnya.
Sekda juga berharap keseriusan penurunan stunting ini bukan hanya berfokus untuk kegiatan Pelaksanaan Penilaian Kinerja Desa Lokus Percepatan Penurunan Stunting Tingkat Provinsi Sulawesi Tengah Tahun 2023 saja. Namun dapat dilakukan dengan konsisten sehingga angka stunting di Kabupaten Morowali Utara dapat turun sesuai dengan target Nasional di angka 14% pada tahun 2024 mendatang.
Kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan materi oleh Kepala DP2KBP3AD Drs. Romelius Sapara terkait materi Refleksi Kegiatan Percepatan Penurunan Stunting Kabupaten Morowali Utara Tahun 2023.
Nampak hadir mendampingi Sekda yakni Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Sulawesi Tengah Tenny C. Sariton S.Sos, MM, Koordinator Program Manager Satgas Stunting Dr. Try Nur Ekawati Lukman S.KM, M.Si, serta Kepala DP2KBP3AD Drs. Romelius Sapara. CHEM





