POSONEWS.ID, MORUT – Pastor Dr. Gilbert Lumoindong mengajak sekitar 150 pendeta lintas denominasi di Kabupaten Morowali Utara, Sulawesi Tengah, memperkuat persatuan gereja dan menerapkan kepemimpinan yang melayani (servant leadership). Pesan itu disampaikan dalam seminar kepemimpinan gereja di GKST Jemaat Bahtera Kasih, Kolonodale, Rabu (21/10/2026), menjelang HUT ke-13 Morowali Utara.
Pendeta senior Gereja Bethel Indonesia itu menegaskan, pemimpin Kristen harus memiliki mental pejuang, hati seorang hamba, dan pemikiran besar untuk membawa perubahan.
“Seorang pemimpin Kristen harus memiliki mental pejuang, hati hamba, dan pemikiran raja,” kata Gilbert, merujuk pada Matius 25:14–30.
Ia juga mengingatkan agar gereja tidak terjebak dalam perbedaan denominasi, melainkan membangun kerja sama untuk melayani masyarakat dan menjalankan Amanat Agung.
Bupati Morowali Utara, Delis Julkarson Hehi, mengajak gereja berkolaborasi mengatasi kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan jemaat di tengah keterbatasan anggaran daerah.
“Kita perlu memikirkan bagaimana pemerintah dan gereja dapat berkolaborasi untuk meningkatkan ekonomi jemaat, mengatasi kemiskinan, dan membantu masyarakat keluar dari kesulitan,” ujar Delis.
Anggota DPD RI asal Sulawesi Tengah, Febriyanthi Hongkiriwang, turut mendorong penguatan keluarga sebagai bagian dari pelayanan gereja. Sementara itu, Kapolres Morowali Utara AKBP Junaidy Anthonius Weken mengajak tokoh agama dan masyarakat menjaga keamanan serta memperkuat kemitraan dengan kepolisian.
Seminar tersebut diharapkan menjadi titik awal kolaborasi nyata antara gereja, pemerintah, dan masyarakat untuk mendorong kesejahteraan warga Morowali Utara.(CHEM)











