Bupati Poso Perkuat Penanganan Karhutla Pamona Selatan

0
68
- Advertisement -

POSONEWS.ID – Bupati Poso dr. Verna G.M. Inkiriwang, M.PSDM., meninjau langsung lokasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kecamatan Pamona Selatan, Rabu (16/9/2026). Lokasi tersebut merupakan salah satu kejadian karhutla terbesar di Kabupaten Poso yang turut berdampak pada gedung SMA Negeri 1 Pamona Selatan.

Dalam peninjauan tersebut, Bupati didampingi jajaran kepala OPD, Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, BPBD dan Damkar yang telah berada di lokasi sejak awal kejadian, serta perwakilan Forkopimda Kabupaten Poso. Peninjauan kemudian dilanjutkan ke lokasi kebakaran lahan di Desa Pasir Putih, sebelum Bupati memimpin rapat penanganan karhutla di Kantor Camat Pamona Selatan.

Rapat tersebut melibatkan unsur TNI-Polri, BPBD, Damkar, sejumlah OPD terkait, Ketua dan anggota DPRD Kabupaten Poso, Kepala Cabang Bank Sulteng Poso, Camat dan Sekretaris Camat Pamona Selatan, serta tokoh masyarakat setempat. Rapat difokuskan pada evaluasi kondisi terkini sekaligus penguatan langkah penanganan di lapangan.

Dalam arahannya, Bupati Poso menyampaikan bahwa sebelum turun langsung ke lokasi, dirinya telah berkoordinasi melalui pertemuan daring dengan petugas untuk mengetahui kebutuhan utama selama menjalankan tugas di tengah kondisi asap dan panas.

“Kemarin, sebelumnya, saya sudah zoom terlebih dahulu dengan mereka yang di sini, tanya apa yang jadi kebutuhan. Jadi hari ini kita bawa juga bantuan, apa yang esensi mereka butuhkan, seperti kacamata untuk asap, pelindung, kemudian kita bawa vitamin, sepatu boots yang tinggi sampai ke lutut, supaya bisa mereka gunakan karena panas.”

Selain perlengkapan pelindung dan vitamin, Pemkab Poso membawa dua unit pompa air (alkon) yang merupakan bantuan aspirasi anggota DPR RI Ellen. Turut disiapkan hand sprayer bermesin, hand sprayer bertenaga baterai, serta susu dan vitamin untuk mendukung stamina petugas.

Bupati juga menyampaikan rencana menghadirkan dokter spesialis untuk memeriksa kondisi kesehatan para petugas, mengingat paparan asap dari kebakaran lahan gambut dapat membawa partikel yang berpotensi memengaruhi kesehatan.

Untuk memperkuat penanganan ke depan, Pemkab Poso akan menyiapkan akses jalan menuju titik-titik api yang selama ini sulit dijangkau. Infrastruktur tersebut diharapkan dapat mempercepat mobilisasi petugas dan peralatan sekaligus membuat penanganan lebih efisien.

“Jalannya akan kita buat, sehingga sampai kepada titik api, 1-2 daftar saja masuk, sudah cukup. Jadi tenaganya kita bisa lebih efisien, lebih efektif.”

Selain akses jalan, pemerintah daerah juga menyiapkan titik-titik sumber air berupa sumur bor maupun sumur gali di kawasan lahan gambut. Langkah ini dilakukan karena sejumlah titik api di dalam lahan gambut masih memerlukan proses pemadaman dan pendinginan.

Pemkab Poso juga telah berkoordinasi dengan PLN terkait pemasangan jaringan listrik di sejumlah titik area terdampak. Hingga saat ini, empat rumah warga telah terpasang aliran listrik, sementara pemasangan di titik lainnya masih menunggu persetujuan pemilik lahan.

“Jadi infrastruktur jalannya kita siapkan supaya lancar penanganannya, kemudian titik airnya kita siapkan. Ini bukan hanya untuk tahun ini, tapi sampai ke depan, kemarau akan tetap terus ada. Jadi itu kita sudah berpikir infrastrukturnya yang ready untuk jangka panjang.”

Terkait kebakaran yang menghanguskan beberapa ruang kelas SMA Negeri 1 Pamona Selatan, Bupati memastikan kegiatan belajar mengajar tetap berlangsung dengan memanfaatkan ruangan lain yang masih tersedia di lingkungan sekolah.

“Tadi sudah saya tinjau langsung semuanya. Tinggal yang kami lihat diperlukan adalah tambahan kursi dan meja, beberapa saja, cuma satu ruang kelas yang perlu ditambah.”

Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, Dinas Pendidikan Kabupaten Poso telah mengambil sejumlah mebel yang masih berlebih dari beberapa SMP untuk didistribusikan ke SMAN 1 Pamona Selatan pada hari yang sama.

Peninjauan dan rapat penanganan ini menjadi bagian dari langkah Pemerintah Kabupaten Poso bersama TNI-Polri, perangkat daerah dan seluruh unsur terkait dalam memperkuat penanganan karhutla, sekaligus memastikan kebutuhan petugas, masyarakat dan sektor terdampak tetap mendapat perhatian, baik dalam penanganan darurat maupun melalui penyiapan infrastruktur untuk menghadapi musim kemarau berikutnya.(**)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini