Kader Kultural PKB Poso Dorong Kepemimpinan Inklusif dan Progresif

0
87
- Advertisement -

POSONEWS.ID – Menjelang penetapan final pimpinan Dewan Pengurus Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Poso, dinamika internal partai kian menghangat. Proses ini dinilai menjadi titik penting dalam menentukan arah kepemimpinan ke depan.

Perhatian terhadap proses tersebut datang dari kader kultural PKB, Abdul Kadir Abdjul yang akrab disapa Anto. Ia menilai pemilihan Ketua Tanfidz DPC PKB Poso periode 2026–2031 sebagai momentum strategis.

Menurut Anto, momentum ini bukan sekadar agenda rutin organisasi, melainkan peluang memperkuat fondasi partai dalam melayani masyarakat dan mendorong kemajuan daerah.

Ia menyebut empat nama yang mencuat dalam Musyawarah Cabang (Muscab) yang digelar di Palu sebagai representasi kader terbaik PKB Poso. Keempatnya yakni Agustinus PR Lengkoan, Abdul Kadir, Krisnawati Maharani, dan Norman Manea.

“Keempat kandidat memiliki kapasitas mumpuni. Tinggal bagaimana proses ini melahirkan sosok paling siap menghadapi tantangan ke depan,” ujar Anto, Kamis (23/4).

Ia menekankan, integritas serta rekam jejak yang bersih menjadi syarat mutlak bagi calon pemimpin. Selain itu, dedikasi terhadap nilai-nilai partai dan kepercayaan publik dinilai tidak bisa ditawar.

Lebih jauh, Anto menilai pemimpin PKB ke depan harus memiliki wawasan strategis dan progresif, mampu membaca dinamika politik daerah, serta memahami kebutuhan riil masyarakat Poso.

Tak hanya itu, kedekatan dengan akar rumput juga menjadi faktor penting. Pemimpin diharapkan hadir di tengah masyarakat, menjadi pendengar yang baik, serta memperjuangkan aspirasi hingga lapisan bawah.

Ia juga menyoroti pentingnya kemampuan manajerial dalam mengelola organisasi secara profesional sekaligus merangkul berbagai elemen, mulai dari tokoh agama, pemuda hingga kalangan profesional.

Anto menegaskan, kepemimpinan yang terpilih nantinya tidak boleh hanya berorientasi pada kemenangan elektoral. Lebih dari itu, harus membawa semangat transformatif dengan memperkuat PKB sebagai partai inklusif dan pro rakyat.

Menurutnya, proses ini sejatinya bukan sekadar memilih figur, melainkan mencari pelayan rakyat yang mampu menjadikan PKB sebagai solusi dan mitra strategis pemerintah daerah.

Di akhir pernyataannya, Anto mengajak seluruh kader dan simpatisan menjaga soliditas serta kondusivitas selama proses berlangsung, sekaligus mendukung penuh siapa pun yang terpilih.

“Sinergi seluruh elemen sangat dibutuhkan demi kemaslahatan masyarakat secara luas,” pungkasnya.