Sinergi Kejati Sulteng dan PWI Diperkuat, Fokus Peningkatan Kapasitas Wartawan

0
59
- Advertisement -

PALU, POSONEWS.ID – Kejaksaan Tinggi Sulawesi Tengah bersama Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) sepakat memperkuat peningkatan kapasitas wartawan dan kehumasan.

Kesepakatan itu mengemuka dalam silaturahmi Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Tengah, Nuzul Rahmat, dengan Ketua PWI Sulteng, Tri Putra Toana, di Kantor Kejati Sulteng, Senin (13/4/2026).

Pertemuan tersebut turut dihadiri jajaran pengurus PWI Sulteng, antara lain Ketua Dewan Kehormatan Provinsi Mahmud Matangara, Sekretaris Temu Sutrisno, Wakil Ketua Bidang Hukum Udin Salim, Wakil Ketua Bidang Pendidikan Murtalib, Wakil Ketua Bidang Organisasi Fery, Ketua SIWO Irwan, serta Bendahara Helmy Jatmika.

Sementara itu, Kajati didampingi Asisten Intelijen Salan, Kepala Seksi Penerangan Hukum La Ode Sopyan, serta dua kepala seksi lainnya, Reza Hidayat dan Farid.

Agenda diawali dengan perkenalan, lalu dilanjutkan diskusi terkait peluang kolaborasi antara PWI sebagai organisasi wartawan tertua di Indonesia dan Kejaksaan sebagai lembaga penegak hukum.

Nuzul Rahmat dan Tri Putra Toana sepakat, sinergi kedua institusi menjadi kunci dalam meningkatkan kapasitas sumber daya manusia, khususnya di bidang jurnalistik dan kehumasan di lingkungan Kejati Sulteng.

Kolaborasi tersebut akan ditindaklanjuti melalui koordinasi hingga ke tingkat kejaksaan negeri, disertai agenda lanjutan guna merumuskan program konkret.

Tri Putra Toana menegaskan, PWI memiliki tugas konstitusional untuk mencerdaskan kehidupan bangsa dengan mengusung ideologi pers kebangsaan yang menjembatani suara rakyat dan kebijakan pemerintah.

Ia menambahkan, wartawan PWI dibekali kesadaran hukum, etik, serta standar kompetensi yang disahkan Dewan Pers, sehingga dituntut mampu menyajikan informasi yang mendidik, inspiratif, dan tetap kritis dalam fungsi kontrol sosial.

“Di situlah pentingnya kompetensi. PWI dan Kejati dapat berkolaborasi meningkatkan kapasitas wartawan, khususnya yang meliput bidang hukum,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Nuzul Rahmat mengaku memiliki kedekatan dengan dunia jurnalistik, termasuk latar belakang keluarga yang pernah aktif di PWI Sulteng serta pengalamannya di Penerangan Hukum Kejaksaan Agung.

Menindaklanjuti hasil pertemuan, Kajati memerintahkan jajaran Asisten Intelijen dan Seksi Penerangan Hukum untuk menyusun rencana kegiatan bersama PWI Sulteng.

Pertemuan berlangsung hangat dan diakhiri dengan pertukaran cendera mata serta sesi foto bersama sebagai simbol sinergi kedua lembaga.

Usai kegiatan, Kajati Sulteng juga menerima buku Jejak Perjuangan Rusdy Toana yang diserahkan oleh Temu Sutrisno didampingi Tri Putra Toana.(***)