POSONEWS.ID – Momentum Ramadan dimanfaatkan oleh BPC HIPMI Morowali Utara (Morut) untuk menghadirkan kegiatan yang tidak hanya menghibur, tetapi juga sarat makna spiritual. Melalui lomba lari 100 meter yang digelar di kawasan Tanggul Pelangi Kolonodale, para peserta tidak sekadar berkompetisi memacu kecepatan, tetapi juga mengejar hadiah istimewa: perjalanan ibadah umroh ke Tanah Suci.
Hadiah spesial tersebut digagas oleh sosok muda Morowali Utara selaku Wakil Ketua Umum BPC HIPMI Morut, Muh. Fauzan Ari Nugraha, S.AP atau yang akrab disapa Fauzan Mamala. Ia ingin menghadirkan kegiatan Ramadan yang berbeda, sekaligus memberi motivasi kepada masyarakat melalui olahraga.
Pada pekan pertama lomba yang telah digelar sebelumnya, empat peserta berhasil keluar sebagai juara. Sementara itu, pekan kedua akan kembali digelar pada Minggu, (8/3/2026) malam, untuk menjaring empat juara tambahan.
Delapan pemenang dari dua pekan lomba tersebut nantinya akan dipertemukan kembali dalam babak final yang dijadwalkan berlangsung pada Senin, (9/3/2026) malam.
Fauzan menjelaskan bahwa dari delapan juara tersebut akan dipilih satu orang terbaik yang berhak memperoleh hadiah umroh gratis.
“Start-nya dari Tanggul Pelangi Kolonodale, tapi finish-nya di Baitullah,” ujarnya pada Minggu (8/3/2026).
Menurutnya, konsep ini sengaja dihadirkan untuk memberikan semangat berbeda bagi para peserta. Dari lintasan pendek sepanjang 100 meter di tepi laut Kolonodale, para pelari memiliki peluang untuk menutup perjalanan mereka dengan menjejakkan kaki di Tanah Suci Makkah.
Menariknya, pada lomba pekan pertama salah satu pemenang diketahui merupakan peserta non-muslim. Fauzan menegaskan bahwa panitia tetap menyiapkan bentuk penghargaan yang setara bagi seluruh peserta.
“Jika peserta non-muslim yang menjadi juara utama, maka hadiah akan diganti dengan uang tunai sebesar Rp 20 juta,” jelasnya.
Dengan konsep yang unik tersebut, lomba lari di Tanggul Pelangi Kolonodale diprediksi akan menjadi tontonan menarik bagi masyarakat. Tidak sekadar perlombaan olahraga, kegiatan ini juga menghadirkan simbol perjalanan penuh harapan: berlari dari Tanggul Pelangi, dengan mimpi besar untuk finish di Baitullah. EKO





