POSONES.ID – Guna memastikan ketersediaan pangan tetap aman dan terkendali, Tim Satgas Pangan Bareskrim Polri melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Gudang Bulog Cabang Poso, Jumat (13/2/2026).
Tim Satgas Saber Pangan Polri wilayah pantauan Sulawesi Tengah dipimpin Kombes Pol James Hutajulu. Dalam pengecekan tersebut, ia didampingi Tim Badan Pangan Nasional (Bapanas), Satgas Pangan Polda Sulteng, Polres Poso serta instansi terkait lainnya.
Fokus utama pengecekan adalah memastikan stok beras dan minyak goreng Minyak Kita dalam kondisi aman serta mencukupi kebutuhan masyarakat. Tim turun langsung memeriksa ketersediaan di Gudang Bulog Poso.
Pimpinan Cabang (Pimca) Bulog Poso, Khaidir Fitriawan, mengungkapkan stok beras yang tersimpan saat ini mencapai 1.300 ton. Jumlah tersebut merupakan cadangan beras PSO (Public Service Obligation) yang akan didistribusikan melalui program SPHP.
“Stok ini cukup untuk memenuhi kebutuhan beras masyarakat di wilayah Poso dan Tojo Una-Una hingga satu tahun ke depan,” ujarnya.
Dari hasil pengecekan, Satgas Pangan Bareskrim Polri memastikan ketersediaan beras di Bulog Poso dalam kondisi aman dan mencukupi. Meski demikian, pengawasan tetap harus diperketat guna mengantisipasi potensi penimbunan yang dapat memicu kelangkaan dan lonjakan harga.
Kombes Pol James Hutajulu juga mendorong Bulog agar lebih masif menyosialisasikan program kemitraan Rumah Pangan Kita (RPK). Ia berharap semakin banyak pelaku usaha bergabung sebagai mitra Bulog untuk memperluas distribusi pangan bersubsidi langsung ke masyarakat.
Menurutnya, kolaborasi lintas instansi menjadi kunci menjaga stabilitas harga dan pasokan pangan di daerah.
“Sinergi yang kuat diperlukan agar tidak terjadi gejolak di tengah masyarakat,” tegasnya.





