POSONEWS.ID – Saraswati Zainudin Usman, warga Kota Palu yang sebelumnya dilaporkan hilang dan kehilangan kontak dengan keluarganya di Arab Saudi, akhirnya ditemukan dalam kondisi selamat.
Saat ini, Saraswati tengah berada dalam perlindungan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Riyadh dan menunggu proses pemulangan ke Indonesia.
Menurut Vivi, seluruh proses penanganan kasus ini mendapat perhatian serius dari Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) dan Wakil Ketua MPR RI, Abcandra Muhammad Akbar Supratman.
Melalui sambungan via telepon WhatsApp perwakilan dari KP2MI beserta Direktorat Layanan Pengaduan, Mediasi dan Advokasi Pekerja Migran Indonesia pada Pemberi Kerja Perseorangan menyampaikan bahwa akan terus mengupayakan pemulangan yang bersangkutan dan terus berkondinasi dengan pihak KBRI.
“Kita sudah secara intens berkomunikasi dengan pihak KBRI, baik secara informal maupun formal, kami tadi sudah mengirimkan surat resmi ke KBRI dan dari situ alhmdulillah yang bersangkutan sudah di pihak KBRI” ungkap Firman Yulianto, S.Sos, M.A.P
Vivi Irade juga mengungkapkan biaya pemulangan Saraswati ke tanah air akan sepenuhnya ditanggung oleh Abcandra Muhammad Akbar Supratman.
Pria yang juga merupakan putra dari Menteri Hukum RI, Supratman Andi Agtas, telah memberikan atensi khusus terhadap kasus ini dan berkomitmen untuk memastikan pemulangan Saraswati berjalan lancar.
“Saya sudah berkoordinasi dengan Pak Abcandra dan alhamdulillah beliau segera menindaklanjuti. Semua biaya pemulangan akan ditanggung oleh beliau,” ujar Vivi Irade Anggota DPRD Kota Palu itu.
Saraswati Zainudin Usman, yang merupakan ibu dari dua orang anak, sebelumnya diketahui berangkat ke Arab Saudi untuk mencari pekerjaan tanpa melalui prosedur yang resmi.
Ia diduga berangkat secara nonprosedural dan kehilangan kontak dengan keluarga. Keberadaan Saraswati sempat menjadi perhatian setelah keluarganya di Palu melaporkan hilangnya komunikasi.
Saat ini, Saraswati tengah menjalani perlindungan di KBRI Riyadh sambil menunggu proses administrasi dan pemulangan ke Indonesia.
Vivi menghimbau kepada keluarga korban agar tetap tenang dan mempercayakan sepenuhnya penanganan kasus ini kepada pihak pemerintah. EKO





