Bupati Poso Hadiri Forum Penataan Ruang Sulawesi, Dukung Pembangunan Terintegrasi dan Berkelanjutan

0
109
- Advertisement -

POSONEWS.ID, PALU – Bupati Poso, dr. Verna G.M Inkiriwang, menghadiri Forum Koordinasi Pembangunan Wilayah Berbasis Penataan Ruang Pulau Sulawesi yang digelar di Gedung DPRD Provinsi Sulawesi Tengah, Kamis (10/7/2025). Forum strategis ini bertujuan memperkuat sinergi antarwilayah dalam mendukung pembangunan yang selaras dengan tata ruang pulau Sulawesi.

Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), serta dihadiri oleh Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala BPN Nusron Wahid, Kepala Badan Informasi Geospasial (BIG) Aris Marfa’i, Gubernur Sulawesi Tengah H. Anwar Hafid, para kepala daerah se-Sulawesi, pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD), serta perwakilan kementerian dan lembaga terkait.

Dalam arahannya, Menko AHY menekankan pentingnya penataan ruang sebagai “kompas pembangunan” untuk memastikan setiap proyek infrastruktur sejalan dengan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW). Menurutnya, penataan ruang yang tepat menjadi kunci pertumbuhan ekonomi yang berkeadilan, pelestarian lingkungan, serta mitigasi risiko bencana.

“Penataan ruang bukan hanya peta di atas kertas. Ia adalah pedoman agar pembangunan tidak menimbulkan konflik tata ruang di masa depan. Forum ini adalah langkah konkret untuk menyatukan visi pembangunan lintas wilayah di Pulau Sulawesi,” tegas AHY.

Bupati Poso dr. Verna menyatakan bahwa kehadiran Kabupaten Poso dalam forum ini merupakan bentuk dukungan terhadap pembangunan yang terintegrasi dan berwawasan lingkungan. Ia menegaskan kesiapan Kabupaten Poso untuk bersinergi dalam berbagai aspek pembangunan lintas wilayah.

“Kami di Kabupaten Poso siap bersinergi dalam memperkuat konektivitas antar wilayah, mempercepat infrastruktur dasar, dan mendukung kebijakan pusat demi pembangunan Sulawesi yang inklusif dan berkelanjutan,” ujar Bupati Verna.

Forum ini turut membahas berbagai isu strategis seperti pembangunan jalan lintas Sulawesi, penguatan kawasan hinterland, optimalisasi kawasan pesisir, hingga penanganan wilayah rawan bencana. Hasil dari forum tersebut diharapkan menjadi landasan penyusunan langkah-langkah implementasi yang konkret, terukur, dan memberikan dampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat di seluruh Pulau Sulawesi, khususnya di Sulawesi Tengah.(*/ADI)