Poltekkes Kemenkes Palu Edukasi Remaja di Poso Tentang Kesehatan Reproduksi

0
36
Foto: Ketua Porgram Studi (Ka Prodi) Diploma III Kebidanan Poltekkes Palu Lisda Widianti Longgupa, M.Keb saat memberikan edukasi kepada remaja putri terkait kesehatan organ reproduksi (Rusli)
- Advertisement -

POSONEWS.ID – Masih tingginya prevalensi masalah kesehatan organ reproduksi pada remaja, mendorong Politeknik Kesehatan (Poltekkes) Kemenkes Palu Program Studi Diploma III (D-III) Kebidanan dan Keperawatan Poso, melaksanakan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) berupa pemberdayaan remaja melalui kelompok Program Generasi Berencana Peduli Organ Reproduksi Perempuan (GENRE POP) yang dilaksanakan pada 4 Juli 2025 lalu.

Kegiatan ini melibatkan sedikitnya 20 remaja di Kelurahan Bukit Bambu Kecamatan Poso Kota Selatan Kabupaten Poso. Selain peserta remaja, kegiatan juga dihadiri oleh Plt. Lurah Bukit Bambu Yusak Dewanto, Bidan Desa, Koordinator PLKB Kecamatan Poso Kota Selatan serta PLKB Bukit Bambu.

Ketua Tim Pengabdian Masyarakat yang juga Ketua Program Studi (Ka Prodi) D-III Kebidanan Poso, Lisda Widianti Longgupa, M.Keb kepada Mercusuar mengatakan, adanya pengaruh kemajuan teknologi menyebabkan akses terhadap segala jenis informasi dapat merusak moral remaja. Hal ini menyebabkan masalah kesehatan reproduksi sangat rentan terjadi.

“Masalah kesehatan reproduksi yang sering dialami para remaja diantaranya, tingginya prevalensi masalah kesehatan reproduksi, seperti kehamilan remaja, penyakit infeksi menular seksual di kalangan remaja serta gangguan mensturasi yang tidak ditangani dengan baik,” ujarnya Rabu (9/7).

Menurutnya, kesehatan reproduksi apabila tidak ditangani dengan baik akan memiliki dampak yang signifikan terhadap kesejahteraan dan perkembangan remaja. Terlebih, keterbatasan sumber daya dan fasilitas kesehatan yang ramah remaja membuat remaja enggan untuk membicarakan masalah kesehatan reproduksinya sehingga akan berdampak pada kualitas fungsi produksinya.

“Sebab, jika penyakit kesehatan reproduksi remaja tidak tertangani dengan baik, maka tidak hanya berdampak pada individu, tapi juga berdampak pada keluarga dan rumah tangga dimasa yang akan datang. Selain itu berdampak pada tingginya biaya pengobatan dan risiko komplikasi yang serius,” tambah Lisda yang didampingi Tim Pelaksana Kegiatan yang terdiri dari para dosen Poltekkes Kemenkes Palu, yakni Nurfatimah, Kadar Ramadhan dan Dewi Nurviana Suharto.

Karena itu, melalui kegiatan yang dikemas melalui metode edukasi dan permainan serta konseling ini, diharapkan dapat meningkatkan pemahaman dan kesadaran remaja tentang pentingnya menjaga kesehatan organ reproduksi khususnya bagi remaja putri.

“Selain itu kita berharap melalui kegiatan ini dapat terbentuk kelompok dukungan kesehatan reproduksi remaja melalui program Generasi Berencana Peduli Organ Reproduksi Perempuan (GenRe POP) di wilayah Kabupaten Poso khususnya di Kelurahan Bukit Bambu. Disamping itu, kita juga berharap kegiatan ini mendapat dukungan dan partisipasi lebih banyak dari komunitas lokal,” tandasnya mengenai tujuan kegiatan tersebut.

Ditambahkannya, pembentukan kelompok remaja peduli kesehatan reproduksi (GENRE POP) ini akan terus dievaluasi dan menjadi program keberlanjutan dari Poltekkes Kemenkes Palu khususnya Program Studi Diploma III (D-III) Kebidanan dan Keperawatan Poso dalam mencegah dan mendeteksi dini masalah kesehatan reproduksi bagi remaja putri di Kabupaten Poso. ULY