POSONEWS.ID – Balai Bahasa Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) mengadakan sosialisasi pengutamaan bahasa negara di ruang publik dan dalam dokumen lembaga di Kabupaten Poso.
Giat yang digelar di Ancyra Hotel selama dua hari terhitung mulai 26-27 Juni 2023 itu, dibuka langsung Sekertaris Kabupaten (Sekkab) Poso, Frits Sam Purnama dan dihadiri sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) serta pihak swasta.
Dalam amanahnya, Sekkab menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada jajaran Balai Bahasa Provinsi Sulteng yang telah melaksanakan kegiatan tersebut, dalam memgembangkan dan melestarikan bahasa Indonesia.
“Khususnya, bagi pejabat dan staf di lingkup Pemda Poso maupun lembaga swasta untuk dapat di aplikasikan di kantornya masing masing,” tukasnya.
Hal ini juga merupakan salah satu upaya pemerintah daerah untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan para pejabat.
“Tentunya dalam penggunaan bahasa Indonesia dengan tepat sesuai kaidah bahasa, baik secara verbal maupun non verbal,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Balai Bahasa Sulteng, Dr. Asrif menyebutkan, kegiatan ini merupakan program lanjutan tahun sebelumnya dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Riset dan Teknologi.
“Yaitu, tentang pengutamaan bahasa negara dengan menetapkan 45 lembaga sebagai percontohan,” sebutnya.
Dari 45 lembaga tersebut, sambung Asrif, mengawal program pengutamaan bahasa negara selama tiga tahun.
“Dengan harapan, lembaga yang mendampingi menerapkan bahasa negara, baik itu surat menyurat atau tulisan tulisan yang ada di tempat umum, sesuai Undang-Undang nomor 24 tahun 2009,” imbuhnya.
Terkait bahasa daerah, kata dia, penting untuk dilestarikan. Karena merupakan prioritas agar masyarakat itu sendiri tidak malu untuk menggunakannya.
“Sehingga bahasa daerah perlu di kampanyekan. Namun, utamakan bahasa Indonesia, lestarikan bahasa daerah dan kuasai bahasa asing,” tandasnya.(ISQ)





