Warga Poso Kirim Surat Terbuka Untuk Presiden RI, Sesi: Saya Berjanji Untuk Meneruskannya

0
656
Penyerahan dokumentasi lampiran surat terbuka dari perwakilan warga Lore ke DPRD Poso yang diterima langsung oleh Ketua DPRD Poso, disaksikan para anggota DPRD lainnya (Foto: dok. DPRD Poso)

PosoNews.id, Poso- Ketua DPRD Poso Sesi KD Mapeda berjanji akan menindaklanjuti dan meneruskan surat terbuka yang diterimanya dari masyarakat Kampai Tampo Lore untuk Presiden RI, Joko Widodo (Jokowi).

Sebelumnya, puluhan warga Poso yang tergabung dalam perwakilan masyarakat Kampai Tampo Lore mendatangi gedung DPRD Poso dengan menggunakan pakaian hitam dan ikat kepala pita merah putih sebagai tanda berkabung, Senin (17/5/2021).

Kedatangan mereka, kata Ketua DPRD Sesi Mapeda, untuk menyampaikan aspirasi dengan membawa surat terbuka kepada Presiden Jokowi, sebagi bentuk kekecewaan dan ketidakpercayaan masyarakat terhadap Polri terkait pelaksanaan operasi penuntasan teroris jaringan Ali Kalora Cs yang masih terus meneror dan membantai warga sipil.

“Kami sangat merespons dan menerima aspirasi ini. Dan surat terbuka yang mereka bawah ini untuk presiden akan saya tindak lanjuti secepatnya. Apa yang menimpa saudara kita di Desa Kalemago baru-baru ini merupakan duka buat semua warga Poso,” ujar Sesi.

Olehnya, dengan adanya surat tersebut sambung Sesi, penuntasan kelompok Ali Kalora di Poso segera selesai.

“Menurut saya apa yang telah mereka suarakan itu mempunyai landasan kuat. Karena, kita ketahui bersama bahwa pelaksanaan operasi teroris di Poso belum juga selesai,” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua perwakilan warga Lore Sahir Sampeali di hadapan anggota DPRD Poso saat membacakan surat terbuka, meminta agar Jokowi segera turun tangan untuk hadir di Poso sehingga penuntasan sisa kelompok teroris pimpinan Ali Kalora yang berjumlah sembilan orang segera berakhir.

Dikatakannya, selama kurun waktu 22 tahun, pelaksanaan operasi kelompok Mujahidin Indonesia Timur( MIT) di Poso oleh Polri justru tidak memberikan rasa aman terhadap warga, khususnya petani. Yang ada korban semakin bertambah sehingga jaminan keamanan warga jauh dari harapan.

“Adapun tuntutan dari surat terbuka ini antara lain, meminta presiden untuk hadir di tanah Poso sebagai konsekuensi perlindungan warga Poso, meminta presiden sebagai panglima tertinggi untuk segera menuntaskan masalah keamanan, dan meminta presiden untuk memberikan jaminan sosial dan santunan duka kepada para keluarga korban tragedi kemanusiaan oleh teroris di Poso,” jelas Sahir.

Sebelum membubarkan diri, perwakilan warga Lore menyampaikan, jika dalam waktu dekat aspirasi yang mereka sampaikan tidak direspon atau tidak ada kejelasan, maka merekalah yang akan berangkat langsung ke Jakarta.(*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here