May Day 2021, SP Sintuwu Raya Suarakan Perlindungan Bagi Perempuan Buruh Migran

0
609
SP Sintuwu Raya Poso (Foto:IST)

PosoNews.id, Poso- Dalam rangka memperingati Hari Buruh Internasional (May Day) yang jatuh setiap tanggal 1 Mei, Solidaritas Perempuan (SP) Sintuwu Raya Poso kembali menyuarakan pentingnya perlindungan perempuan buruh migran yang ada di Kabupaten Poso.

Ketua Badan Eksekutif Komunitas SP Sintuwu Raya Poso, Evani Hamzah menuturkan, melihat situasi hari ini adanya kebijakan negara yang diskriminatif seperti Kepmenaker No.260 Tahun 2015 ditambah lagi kebijakan tentang OmnibusLaw Cipta Kerja, tentu saja berdampak buruk dan sangat merugikan bagi para buruh khususnya perempuan buruh migran.

“Kita dapat melihat banyaknya pasal-pasal yang diskriminatif. Hal ini tentu saja berpeluang besar terjadinya ketidakadilan, pelanggaran hak dan penindasan terhadap perempuan buruh migran,” ujar Eva.

Dia menyebutkan bahwa situasi hari ini di Poso, tercatat dari tahun 2018 – 2020 sebanyak 366 orang perempuan menjadi buruh migran dengan beragam negara tujuan. Diantaranya, Singapura, Hongkong, Malaysia serta Taiwan. SP mencatat, ada bebrapa kasus pelanggaran hak buruh yang dialami oleh perempuan buruh migran asal Kabupaten Poso. Yakni penahanan dokumen dan pemalsuan identitas, sehingga terpaksa para buruh migran terlilit hutang.

“Melihat kasus yang dialami para buruh, menandakan bahwa tidak adanya sistem perlindugan bagi perempuan buruh migran di Kabupaten Poso. Padahal seharusnya hal ini menjadi prioritas bagi Pemkab Poso untuk memberikan perlindungan perempuan buruh migran dan anggota keluarganya,” tukasnnya.

Menyikapi hal tersebut SP Sintuwu Raya Poso menuntut pemerintah Kabupaten Poso, untuk segera membuat kebijakan yang melindungi perempuan buruh migran dan anggota keluargannya. Serta mencabut kebijakan tentang buruh migran yang mendiskriminasikan pekerja rumah tangga. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here