POSONEWS.ID – Festival Bunga Desa 2026 ke II yang dipusatkan di Kelurahan Tendeadongi, Kecamatan Pamona Utara, Kabupaten Poso, secara resmi dibuka oleh Bupati Poso dr. Verna GM Inkiriwang.
Kegiatan bertajuk “Melayani Bersama, Berkarya Bersama” itu, berlangsung selama dua hari, 6-7 Oktober 2026 untuk mendekatkan pelayanan publik kepada masyarakat.
Program Poso Pintar 1.000 sarjana juga diluncurkan dalam pembukaan festival tersebut.
“Program ini menjadi wujud nyata dan komitmen kami dalam memperluas kesempatan bagi putra-putri daerah untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi,” kata Bupati Verna dalam sambutannya.
Dijelaskan Verna, program 1000 sarjana merupakan salah satu fokus dari agenda pendidikan unggul dan inklusif dalam 17 agenda pembangunan daerah Kabupaten Poso Tahun 2026-2029.
Menurutnya, melalui program ini, pemerintah berinvestasi untuk masa depan generasi muda Poso agar memiliki pendidikan, kompetensi, dan karakter unggul serta mampu bersaing di tingkat regional, nasional, hingga global.
“Kami berharap program 1000 sarjana melahirkan generasi yang tidak hanya berhasil secara akademik, tetapi juga menjadi sumber daya manusia yang produktif, inovatif, dan memberi kontribusi nyata bagi kesejahteraan masyarakat serta pembangunan di daerah,” imbuhnya.
Program ini berupa optimalisasi tata kelola bantuan pendidikan mahasiswa melalui bantuan UKT dan penyelesaian studi akhir. Pelaksanaannya dengan prinsip satu data, satu proses, satu monitoring, yang mengedepankan ketepatan sasaran, transparansi, akuntabilitas, dan keberlanjutan.
Bupati juga memaparkan bahwa festival ini merupakan bagian dari upaya mewujudkan visi RPJMD Kabupaten Poso 2026–2029, yakni Kabupaten Poso yang makin maju, berdaya saing, dan berkelanjutan, melalui 7 misi pembangunan dan 17 agenda pembangunan daerah.
Program Poso Pintar, kata Verna, merupakan program unggulan dari Misi 1, yaitu peningkatan kualitas SDM yang unggul, berdaya saing, dan berkarakter.
“Setiap kegiatan pemerintah harus berorientasi pada pelayanan publik yang efektif, efisien, dan berkeadilan. Tidak boleh ada warga yang tertinggal dalam menikmati hasil pembangunan,” tegas Bupati.
Kehadiran Bupati bersama Wakilnya di tengah masyarakat merupakan komitmen untuk mendengarkan langsung aspirasi, keluhan, dan harapan warga.
Selain pelayanan dasar, festival diramaikan pertunjukan seni dan budaya lokal. Menurut Bupati, hal itu menunjukkan bahwa pembangunan bukan hanya soal infrastruktur, tetapi juga membangun jiwa, karakter, dan identitas budaya daerah. Bupati menyampaikan apresiasi kepada jajaran pemerintah daerah, panitia, kepala OPD, camat, kepala desa, lurah, dan masyarakat Pamona Utara atas dukungan penuh terhadap kegiatan ini.
Pembukaan dihadiri Wakil Bupati Poso H. Soeharto Kandar, Sekretaris Daerah Kabupaten Poso, anggota DPRD Provinsi Sulawesi Tengah dan DPRD Kabupaten Poso, unsur Forkopimda, pimpinan instansi vertikal, BUMN dan BUMD, para camat, kepala desa, lurah, serta tokoh masyarakat.











