May Day Poso 2026, Buruh Serukan Kesejahteraan

0
3
- Advertisement -

POSONEWS.ID – Peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) 2026 di Kabupaten Poso berlangsung penuh pesan solidaritas dan perlindungan tenaga kerja.

Kegiatan yang dipusatkan di Ruang Terbuka Hijau (RTH) Poso itu, melibatkan pekerja, serikat buruh, hingga unsur pemerintah daerah, Ahad (24/5).

Momentum tersebut mengusung tema “Merajut Kebersamaan untuk Peningkatan Kesejahteraan Pekerja”. Hadir langsung Wakil Gubernur Sulawesi Tengah, dr. Reny A. Lamadjido, bersama Wakil Bupati Poso, Soeharto Kandar.

Dalam sambutannya, Wagub Reny menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah untuk memperkuat peran Lembaga Kerja Sama (LKS) Tripartit sebagai ruang dialog antara pemerintah, pengusaha dan pekerja.

“Tahun ini kami mendorong penguatan kelembagaan, termasuk dukungan anggaran, agar LKS tidak hanya berjalan secara administratif, tetapi benar-benar hadir dalam menyelesaikan persoalan ketenagakerjaan,” ujarnya.

Pernyataan itu dinilai menjadi sinyal kuat dalam membangun hubungan industrial yang lebih adil, partisipatif dan berkelanjutan di Sulawesi Tengah, terutama di tengah tantangan ketenagakerjaan yang masih dihadapi para pekerja.

Dalam kesempatan itu, pemerintah juga melaunching pembentukan Satuan Tugas (Satgas) Mitigasi Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) Kabupaten Poso sebagaimana amanat Kepres Nomor 10 Tahun 2026.

Wakil Bupati Poso, Soeharto Kandar, menyebut pembentukan Satgas Mitigasi PHK merupakan langkah strategis dalam mengantisipasi berbagai persoalan ketenagakerjaan.

“Khususnya yang berkaitan dengan pemutusan hubungan kerja. Melalui kesepakatan bersama ini kita menunjukkan komitmen bersama dalam menjaga stabilitas hubungan industrial dan memberikan perlindungan kepada tenaga kerja,” sebutnya.

Dia berharap Satgas tersebut dapat menjadi wadah koordinasi yang efektif dalam mencari solusi terbaik terhadap berbagai tantangan ketenagakerjaan yang mungkin terjadi di masa mendatang.

“Kami akan terus membuka ruang dialog, sehingga setiap perbedaan pandangan maupun persepsi dapat dijembatani dengan baik melalui musyawarah dan semangat kekeluargaan,” tegasnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini