Longsor Kamporesa Lumpuhkan Jalur Trans Sulawesi Poso

0
7
- Advertisement -

POSONEWS.ID – Kemacetan parah melumpuhkan arus lalu lintas di Jalan Poros Trans Sulawesi Tentena-Taripa, tepatnya di pendakian Kamporesa, Desa Didiri, Kecamatan Pamona Timur, Minggu (24/5/2026).

Ribuan kendaraan dari dua arah terjebak antrean hingga belasan jam akibat longsoran material proyek perbaikan jalan.

Kemacetan mulai terjadi sejak pukul 04.00 WITA. Kondisi badan jalan yang berlumpur dan licin membuat kendaraan roda dua, mobil pribadi hingga truk besar kesulitan melintas di jalur penghubung utama tersebut.

Situasi semakin kacau setelah material timbunan proyek kembali longsor ke badan jalan saat hujan deras mengguyur kawasan Kamporesa. Antrean kendaraan pun mengular hingga diperkirakan mencapai sekitar tujuh kilometer.

Petugas kepolisian dari Polsek Pamona Timur bersama Sat Lantas Polres Poso turun langsung ke lokasi untuk melakukan pengaturan lalu lintas dan penguraian antrean kendaraan yang terus bertambah.

Kapolsek Pamona Timur, IPTU Risman A.M., mengatakan pihaknya sejak pagi menerapkan sistem buka tutup jalur untuk mengurangi kepadatan kendaraan di lokasi longsor.

“Personel kami bersama Sat Lantas terus melakukan penguraian arus dan sistem buka tutup jalur. Namun kondisi cuaca dan material jalan yang masih labil menyebabkan kemacetan kembali terjadi,” ujar IPTU Risman melalui pesan WhatsApp.

Menurut Risman, sekitar pukul 09.00 WITA arus kendaraan sempat kembali bergerak normal dengan sistem satu jalur. Namun kondisi itu tidak berlangsung lama setelah longsoran susulan kembali menutup sebagian badan jalan.

“Kurang dari satu jam setelah arus normal, longsoran susulan kembali terjadi dan membuat seluruh kendaraan tidak dapat melintas,” terangnya.

Selain tingginya curah hujan, penanganan di lokasi juga terkendala minimnya alat berat serta banyaknya kendaraan besar yang terjebak antrean.

Polisi mengimbau masyarakat menunda perjalanan sementara waktu apabila hujan deras masih mengguyur lokasi perbaikan jalan demi menghindari risiko kecelakaan dan longsor susulan.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini