Aksi Damai Warga Tojo Bersaudara Dukung Sekolah Rakyat, Desak Hentikan Kriminalisasi

0
67
- Advertisement -

TOUNA, POSONEWS.ID – Aliansi Masyarakat Tojo-Tojo Barat Bersaudara melakukan aksi damai sebagai bentuk dukungan terhadap pembangunan Sekolah Rakyat (SR) yang berlokasi di Desa Betaua, Kecamatan Tojo, Kabupaten Tojo Una-Una, Sulawesi Tengah.

Aksi tersebut digelar menyusul adanya dugaan upaya sejumlah oknum yang dinilai menghambat realisasi program pemerintah tersebut. Massa menyatakan komitmennya untuk mengawal pembangunan sekolah yang dianggap sebagai kebutuhan mendesak masyarakat.

Koordinator Aliansi Tojo-Tojo Barat Bersaudara, Safrin Longku, menegaskan aksi dilakukan untuk meluruskan informasi yang beredar di media sosial dan dinilai mengganggu proses pembangunan.

“Aksi ini kami lakukan untuk menepis informasi yang beredar di medsos yang sangat mengganggu proses realisasi pembangunan Sekolah Rakyat di tanah Tojo,” tegas Safrin.

Ia juga menyayangkan langkah aparat penegak hukum yang memanggil warga pemilik lahan untuk diperiksa. Padahal, menurutnya, warga telah secara ikhlas menyerahkan tanahnya kepada pemerintah untuk pembangunan sekolah tersebut.

“Kami sangat menyayangkan tindakan pemanggilan terhadap warga pemilik lahan. Mereka dengan ikhlas memberikan tanahnya untuk pembangunan Sekolah Rakyat,” ujarnya.

Aliansi menilai pembangunan Sekolah Rakyat harus dipertahankan karena pendidikan merupakan fondasi utama kehidupan masyarakat. Mereka juga mendesak aparat penegak hukum untuk segera menangkap oknum yang dianggap menyebarkan fitnah, opini, serta berita hoaks yang memicu kegaduhan di tengah masyarakat Tojo Una-Una.

Dalam tuntutannya, massa meminta percepatan pembangunan gedung Sekolah Rakyat di Desa Betaua sebagai bentuk dukungan terhadap program Asta Cita Presiden Republik Indonesia. Mereka juga mendesak Pemerintah Daerah Tojo Una-Una segera menanggapi dan menyelesaikan persoalan yang menghambat proses pembangunan.

Selain itu, aliansi mendesak aparat penegak hukum, termasuk Kepolisian Republik Indonesia melalui Polda Sulawesi Tengah dan Kejaksaan Negeri, untuk menghentikan segala bentuk tindakan yang dinilai sebagai kriminalisasi terhadap masyarakat Desa Betaua dan Kabupaten Tojo Una-Una terkait pembangunan Sekolah Rakyat.

Massa juga meminta agar pemanggilan terhadap warga pemilik lahan dihentikan, karena dianggap tidak tepat dan bertentangan dengan prosedur yang telah dijalankan warga.

Aliansi berharap suara mereka didengar Presiden Prabowo agar program nasional tersebut dapat berjalan tanpa hambatan.

Sementara itu, Kepala Desa Betaua, Irham Tawalili menegaskan, masyarakat menginginkan proses pembangunan Sekolah Rakyat berjalan lancar.

Menurutnya, program tersebut merupakan bagian dari implementasi Asta Cita Presiden dan harus didukung bersama.

“Kami masyarakat Betaua menginginkan agar proses pembangunan Sekolah Rakyat berjalan lancar tanpa hambatan. Program ini menjawab Asta Cita Bapak Presiden. Harapan kami, pembangunan Sekolah Rakyat di Desa Betaua segera direalisasikan,” ucapnya.

Sementara itu, Bupati Tojo Una-Una, Ilham Lawidu, saat menerima perwakilan massa aksi menegaskan komitmennya mendukung penuh program Presiden, termasuk pembangunan Sekolah Rakyat di Desa Betaua.

Ia menyampaikan bahwa proses perencanaan hingga penentuan lokasi pembangunan telah dilakukan sesuai prosedur dan mekanisme yang berlaku.

“Saya selaku Bupati Touna akan terus mendukung program Presiden RI di daerah ini, termasuk pembangunan Sekolah Rakyat di Desa Betaua,” tegasnya.