Kartu Pos Kuno Darius Raupa Diungkap: Jejak Awal Komunikasi Publik di Sulawesi Tengah

0
356
- Advertisement -

POSONEWS.ID – Sejarah komunikasi publik pada masa awal kemerdekaan di Sulawesi Tengah kembali mencuat setelah sebuah Kartu Pos kuno yang diklaim sebagai salah satu kartu pos pertama yang beredar luas di wilayah tersebut diperlihatkan oleh keluarga besar almarhum Darius Raupa.

Tokoh ini dikenal sebagai Wedana DPB pada Residen Koordinator Sulawesi Tengah di Palu sekaligus figur penting dalam Gerakan Pemuda Sulawesi Tengah (GPST) serta Koordinator GPM di Alor, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Kartu Pos tersebut disimpan secara turun-temurun oleh keluarga Raupa, bersama sejumlah arsip pribadi yang menarasikan perjalanan karier, pengabdian, serta jejaring kemasyarakatan yang dibangun Darius pada dekade awal 1950-an.

“Kami belum menemukan catatan resmi mengenai Kartu Pos pertama di Sulawesi Tengah. Namun berdasarkan kesaksian keluarga dan sahabat, foto ‘Opa’ (Darius Raupa) yang tercetak di Kartu Pos ini beredar cukup luas pada masanya,” ujar salah satu anggota keluarga Raupa.

Dua Sisi, Dua Jejak Sejarah

Kartu Pos yang menjadi fokus klaim ini dinilai unik karena memuat dua elemen bersejarah yang saling melengkapi.

Pada sisi foto, terlihat potret Darius Raupa mengenakan kacamata dan dasi, dengan keterangan resmi jabatan:
“WEDANA DPB PADA RESIDEN KOORDINATOR SULAWESI TENGAH – PALU.”

Foto ini diyakini menjadi salah satu bentuk publikasi visual terbatas yang digunakan pejabat daerah dalam memperkenalkan diri kepada masyarakat pada masa transisi pemerintahan pasca-kemerdekaan.

Pada sisi sebaliknya, tertulis pesan tangan yang mencatat pengabdian Darius kepada masyarakat Alor, Pantar, Kedang, dan Adonara—daerah penugasan sosialnya di bawah mandat pemerintah pusat sebagai pembuka sekolah dan Koordinator GPM.

Pesan tersebut berbunyi:

“Hormat pengabdiianku, untuk se-luruh Rakjat ALOR/PANTAR/KEDANG/ADONARA dan budi djasa tetap kukenang. Semoga Allah pertemukan kita kelak.”

Teks singkat sarat emosi itu diduga kuat disebarkan bersamaan dengan foto dirinya, menjadi bentuk komunikasi massal non-resmi yang menggambarkan relasi erat antara pejabat dan masyarakat di wilayah penugasan.

Memperkuat Sejarah Lokal Poso dan Palu

Keberadaan Kartu Pos ini memberi warna baru bagi kajian sejarah lokal Poso dan Palu, terutama terkait peran tokoh daerah dalam menyebarkan informasi dan menjaga hubungan sosial lintas wilayah pada era awal republik. Darius Raupa dikenal sebagai salah satu putra terbaik Poso, figur pendiri Gerakan Pemuda Sulawesi Tengah, serta penggerak pembangunan pendidikan dan sosial di kawasan timur Indonesia.

Apabila keberlanjutan penyebaran Kartu Pos ini dapat dikonfirmasi melalui studi historis maupun arsip lembaga, maka temuan ini berpotensi menjadi salah satu bukti dokumen komunikasi publik paling awal yang digunakan di kalangan pejabat dan masyarakat Sulawesi Tengah.

Keluarga Raupa berharap agar arsip seperti ini mendapat perhatian dan pencatatan lebih formal dari lembaga sejarah daerah.

“Ini bukan hanya tentang Opa kami, tapi tentang warisan sejarah Sulteng. Arsip-arsip seperti ini menunjukkan bagaimana tokoh-tokoh Poso dan Palu berkontribusi dalam membangun Indonesia sejak masa-masa awal,” ujar pihak keluarga.

Temuan ini sekaligus membuka ruang penelitian lebih luas mengenai tradisi komunikasi, dokumentasi pemerintahan, serta peran tokoh lokal dalam membentuk karakter sosial-politik Sulawesi Tengah pada era 1950-an.(*/ADI)