POSONEWS.ID – Calon Bupati Morowali 2024 nomor urut 3, Iksan Baharudin Abdul Rauf secara tegas dan lugas menjawab pertanyaan dari masyarakat terkait dengan kebijakan pemerintah jika pasangan Iksan-Iriane Iliyas (IKLAS) mendapatkan amanah menjadi pemimpin di Morowali.
Ilham, salah satu warga Kecamatan Bungku Timur mempertanyakan bagaimana evaluasi dari calon pemimpin Morowali kedepan tentang masalah transportasi di Kabupaten Morowali, utamanya mobil-mobil angkutan yang berukuran besar yang melewati jalan di Bungku Timur yang membahayakan masyarakat.
Ia juga membahas soal nasib petani dan nelayan, utamanya yang berada di Kecamatan Bungku Timur yang sampai hari ini belum merasakan kesejahteraan. “Bagaimana cara pemerintah untuk meningkatkan penghasilan para petani dan nelayan? Selama ini kita masih mengambil barang dari luar, sementara petani lokal belum disiapkan wadah untuk menjual hasil panen mereka. Diperlukan regulasi untuk membantu para petani dan nelayan lokal agar bisa meningkatkan pendapatan dan memenuhi suplai ke perusahaan,” ujarnya.
Ia juga membahas soal lingkungan, dimana saat ini keadaan lingkungan di masyarakat sangat memprihatinkan.
Menanggapi hal tersebut, Iksan pun memberikan jawaban yang sangat menohok. Menurutnya, untuk urusan transportasi, pemerintah harus melakukan evaluasi untuk keselamatan masyarakat.
“Seharusnya pemerintah melakukan evaluasi, ada terminal yang bisa dimanfaatkan agar Kota Bungku itu hidup,” ujarnya.
Iksan juga menjelaskan bahwa harus ada pengaturan jam bagi kendaraan besar yang melintas. “Persoalan lalulintas, itu tugasnya Bupati untuk menganalisa,” tegasnya.
Terkait dengan petani dan nelayan, Iksan menghimbau kepada masyarakat untuk tidak terlena dengan pertambangan. Menurutnya sektor pertanian dan perikanan harus dikembangkan untuk kemakmuran masyarakat. Sebab kata Dia, pertambangan itu suatu saat akan tutup karena habisnya sumber daya.
Untuk itu, jika terpilih menjadi Bupati, Iksan akan melakukan hal-hal untuk menghidupkan sektor pertanian dan perikanan serta sektor lainnya dengan membuat jalur regulasi dan menjembatani agar masyarakat bisa terlibat terhadap dukungan sektor industri.
“Melalui Bumdes atau Perusda, produk dari petani dan nelayan bisa ditampung. Tapi harus dibayar kes, bukan untuk di invoice. Invoice itu urusan Bumdes dengan perusahaan, petani harus dibayar langsung agar bisa memutar modalnya,” tegas Iksan.
Selain itu, Iksan mengungkapkan bahwa pemerintah harus menyiapkan fasilitas kepada para petani dan dibarengi dengan pendampingan oleh ahlinya agar masyarakat bisa maju.
Dalam persoalan lingkungan, Iksan menjelaskan bahwa keterlibatan investasi yang ada harus mengingat dampak lingkungan kepada masyarakat, untuk itu kedepan Ia akan memperbaikinya. Salah satunya soal sampah, kolaborasi antara perusahaan dan pemerintah dibutuhkan untuk menciptakan lingkungan yang bersih, agar masyarakat bisa hidup sehat. DRM





