Kampanye Terbuka Partai NasDem di Poso, NSL Luncurkan Program Pasar Murah dan Pengobatan Gratis

0
- Advertisement -

POSONEWS.ID – Partai NasDem baru baru ini di Poso menggelar kampanye terbuka dan pasar murah NSL serta pengobatan gratis.

Program pasar murah yang diinisiasi Calon Anggota Legislatif (Caleg) DPR-RI dari Partai Nasdem Nomor Urut 1, Dr. Hj. Nilam Sari Lawira (NSL) itu, diserbu oleh puluhan ribu massa pendukungnya saat berlangsungnya kampanye akbar, Ahad (28/1) di alun alun Maroso Poso.

Ketua DPD Partai Nasdem Poso, Alexander Patambo menyebutkan, bahwa program tersebut untuk mendukung visi partai dalam mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan di daerah.

Lewat program pasar murah itu, masyarakat Poso sudah mendapatkan paket sembako dengan harga Rp. 5.000.

- Advertisement -

“Ini bukan hal yang pertama kami lakukan di Kabupaten Poso, sehingga kami berharap adanya paket murah ini dapat sedikit membantu masyarakat Poso,” sebut Alex saat ditemu di sekretariat Nasdem Poso, Senin (29/1).

Dikatakannya, dari hasil penjualan pasar murah ini, akan disumbangkan ke panti panti asuhan, rumah ibadah dan program program kemasyarakatan lainnya.

Tidak hanya pasar murah, lanjut Alex, sebelumnya NSL juga membuka program pengobatan gratis bagi masyarakat.

“Dalam program pengobatan gratis warga mendapatkan cek kesehatan, konsultasi kesehatan dan obat gratis,” ungkapnya.

Alex menyebutkan, kampanye akbar di Poso menghadirkan sejumlah elit Partai NasDem untuk mendampingi NSL. Diantaranya, Waketum Partai Nasdem, Ahmad M. Ali, Caleg DPRD Provinsi, Farid Podungge, Mahmud Lahay, Soni Tandra Nurjanah dan seluruh caleg DPRD Kabupaten Poso, serta para imam masjid yang akan diberangkatkan umroh oleh Ahmad M Ali.

“NSL yang juga ketua Dewan Pimpinan Wilayah partai pengusung Capres Anies Baswedan itu, memperkenalkan seluruh calegnya yang ada di Kabupaten Poso,” sebut Alex.

Sementara itu, Waketum NasDem Ahmad M Ali melalui Ketua DPD NasDem Poso mengatakan, bagi NasDem kekuasaan itu bukan sebagai alat untuk menyepelekan, mengancam menindas dan bukan untuk memperkaya diri sendiri, keluarga dan kelompoknya.

“Kekuasaan tidak boleh memecah belah masyarakat. Berkuasa itu hendaknya merangkul, bukan memukul,” ucapnya.

NasDem memastikan untuk mengelola mandat yang diberikan, digunakan bagi kebaikan rakyat sebagai pemegang kekuasaan tertinggi.

Selanjutnya Waketum menyampaikan pesan bagi masyarakat Poso, supaya terus bersama sama menjaga dan merawat kedamaian dan kerukunan dalam hidup bermasyarakat. (**)

- Advertisement -

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini