Lere’ea, Dusun Kawasan Industri Morowali Yang Terabaikan

0
- Advertisement -

POSONEWS.ID – Kecamatan Bahodopi, Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah, dikenal di mata dunia karena hasil tambang yang melimpah, dan tempat berdirinya kawasan industri Objek Vital Nasional (Obvitnas).

Kepadatan pemukiman penduduk di Bahodopi, sering terjadi kemacetan, dan kegiatan ekonomi yang sangat ramai, merupakan pemandangan biasa atau ciri khas di daerah sekitar kawasan industri.

Namun ternyata tidak semua wilayah lingkar tambang memiliki fasilitas yang cukup dan mumpuni untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, utamanya di bidang pendidikan dan kesehatan.

Dua dusun yakni Dusun 5 Lere’ea Desa Lele, dan Dusun 3 Polondongan Desa Dampala, kondisinya sangat miris dan menyedihkan karena tidak adanya sarana kesehatan serta fasilitas pendidikan yang tidak memadai.

- Advertisement -

Di Dusun Lere’ea misalnya, tidak ada fasilitas kesehatan yang layak, apalagi petugas kesehatan yang berdiam untuk mengabdi di dusun tersebut.

Bangunan Puskesmas Pembantu (Pustu) yang terbuat dari papan, terlihat terbengkalai karena tidak ada satu pun petugas kesehatan yang ditempatkan, baik bidan atau perawat.

Mardia, salah seorang warga Dusun Lere’ea mengatakan, dirinya merupakan dukun bersalin terlatih yang terpaksa menjadi andalan saat ada warga yang akan melahirkan, karena tidak ada bidan desa yang ditempatkan di dusun tersebut.

Ia pun mengungkapkan, jika ada warga yang sakit, maka harus berobat ke fasilitas kesehatan di wilayah provinsi tetangga, yaitu Sulawesi Tenggara atau Sulawesi Selatan. “Kalau kita mau menunggu petugas dari bawah, nanti mati orang baru tiba disini, itulah kenapa kami minta supaya diperhatikan kampung ini” ungkapnya.

Hal itu juga dibenarkan oleh salah seorang warga lainnya, Sahrir.
Ia berharap agar dusun tersebut sebaiknya dimekarkan menjadi desa sendiri, mengingat pelayanan administrasi pemerintahan desa yang sangat jauh dan sulit terjangkau. “Kami minta supaya dimekarkan saja menjadi desa sendiri supaya semuanya tidak jauh berurusan” ujarnya.

Selama berdirinya Dusun Lere’ea, kata Sahrir, belum pernah sekalipun kepala daerah yang mengunjungi tempat itu hanya dua Camat saja yang pernah datang, salah satunya adalah Andi Irman. “Belum pernah ada pimpinan daerah yang datang ke tempat ini, kalau Camat dulu pernah Pak Andi Irman, yang satunya lagi saya lupa” katanya.

Tak hanya fasilitas kesehatan, fasilitas pendidikan sekolah dasar pun kondisinya sangat memprihatinkan yang tak menggambarkan Dusun Lere’ea berada di wilayah lingkar tambang.

Setelah lulus Sekolah Dasar, anak-anak Dusun Lere’ea juga terpaksa harus melanjutkan Sekolah Menengah Pertama (SMP), di Kecamatan Routa Kabupaten Konawe Utara, Provinsi Sulawesi Tenggara. “Kalau mau sekolah SMP ya lanjut ke Routa, dan SMA ke tempat lain lagi” tandasnya

Dusun V Lere’ea masuk dalam wilayah Desa Lele Kecamatan Bahodopi, yang menurut keterangan warga hanya bisa ditempuh menggunakan sepeda motor dari Desa Lele dan memakan waktu sekitar 3 sampai 4 jam.

Jika menggunakan kendaraan roda empat, maka harus memutar melintasi Kabupaten Konawe Utara dengan kondisi jalan rusak, dan menyeberangi sungai jika tak sedang banjir, sebagaimana peninjauan langsung yang dilakukan oleh tim media ini ke lokasi Dusun Lere’ea.

- Advertisement -