DPAC Demokrat Morowali Dilantik, Mardiman Sane: Masyarakat Minta Anwar Hafid Pimpin Sulteng

0
20

POSONEWS.ID – Secara resmi, pengurus Dewan Pimpinan Anak Cabang (DPAC) Partai Demokrat se-Kabupaten Morowali, dilantik oleh Ketua DPD Partai Demokrat Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, bertempat di Lapangan Sangiang Kinambuka Kelurahan Marsaoleh, Kecamatan Bungku Tengah, Selasa (26/7/2022).

Kedatangan Anwar Hafid dan rombongan disambut secara adat yang dipimpin perwakilan Dewan Adat To Bungku, Syahbudin Zen.

Pelantikan tersebut turut dihadiri unsur Pemerintah Kabupaten Morowali, yakni Wakil Bupati, Hi Najamudin, Kepala Badan Kesatuan Bangsa, Bambang Sulistyo Suroyo, Camat Bungku Tengah, serta sejumlah pimpinan partai politik, dan anggota DPRD Morowali.

Turut hadir Ketua DPC Partai Demokrat Morowali, Syarifudin Hafid, Wakil Ketua DPD Partai Demokrat Sulawesi Tengah, Mardiman Sane, Sekretaris DPD Demokrat Sulteng, Hidayat Pakamundi, mantan Ketua DPRD Morowali, Irwan Arya/l, dan mantan Wakil Bupati Morowali, Sumisi Umi Marunduh.

Mantan Wakil Ketua I DPRD Morowali dan Ketua DPD Partai Golkar Morowali, yang kini memutuskan bergabung dengan Partai Demokrat, Hi Silahudin Karim selaku Ketua Panitia selanjutnya menyampaikan laporan kegiatan.

Usai pelantikan dan penyerahan bendera pataka kepada salah satu perwakilan pengurus DPAC, dilanjutkan dengan penyerahan bantuan ambulance oleh Wakil Ketua DPD Demokrat Sulteng kepada Ketua DPC Demokrat Morowali.

Untuk mengenang masa-masa indah selama mempimpin Kabupaten Morowali selama dua periode, Anwar Hafid dan Sumisi Umi Marunduh berduet membawakan lagu andalannya berjudul Bintang dari ANIMA.

Wakil Ketua DPD Demokrat Sulteng, Mardiman Sane menegaskan bahwa pesan dari masyarakat di 13 Kabupaten/Kota se-Sulawesi Tengah, menginginkan Anwar Hafid untuk memimpin Sulawesi Tengah.

Ditambahkannya, keberhasilan Anwar Hafid dan SU Marunduh selama memimpin Kabupaten Morowali, telah dikenal dunia, prestasi yang mentereng bukanlah kaleng-kaleng namun nyata.

Sementara, dalam sambutannya usai pelantikan, Anwar Hafid kembali mereview ingatan masyarakat Kabupaten Morowali, tentang keberhasilan program-programnya saat ia dan SU Marunduh menjabat Bupati-Wakil Bupati 2007-2018.

Anwar mengungkapkan, meskipun dengan APBD yang masih sangat terbatas, ia berani berutang demi kepentingan rakyat. “2013 kita pisah dengan Morowali Utara, disitulah mulai kondisi kita mulai baik karena luas wilayah semakin kecil, namun waktu itu dana kita sedikit, maka cara saya waktu itu adalah berutang, itulah cara saya dan Pak Wabup yang paling cepat untuk memenuhi kebutuhan rakyat, dan ketika kami berhenti jadi bupati, Pak Wabup dan Bupati sekarang yang membayar utang itu, dan yang sering kita dengar Pak Anwar meninggalkan utang, sebenarnya tidak ada yang namanya utang, karena pemerintah itu berkesinambungan, mulai dari zaman Soekarno hingga Jokowi, pemerintah terus berutang, dan itu adalah utang daerah, bukan utang Bupati,” ungkapnya.

Dikatakannya, Pemerintah Kabupaten Morowali saat ini harus lebih cepat dalam membangun melebihi apa yang dilakukannya dahulu.

“Pak Wabup, sampaikan salam saya kepada Pak Bupati, masih ada waktu Pemerintah Kabupaten Morowali untuk genjot dan gas full, harus lari seratus baru seimbang ini Morowali, karena PADnya lima kali lipat di zaman saya, kalau tidak, maka Demokrat akan gas full tahun 2024,” tandasnya.(**)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here