Bupati Morut Minta Klarifikasi Tiga Perusahaan Sawit Terkait Keluhan Petani Plasma

0
132
Foto: Bupati Morut Delis J Hehi saat memimpin pertemuan antara petani plasma sawit dengan tiga perusahaan sawit yang beroperasi di wilayahnya (Semuel)

POSONEWS.ID – Pemerintah  Kabupaten Morowali Utara (Morut) mengundang manajemen tiga perusahaan yang beroperasi dibidang perkebunan kelapa sawit di wilayah Kecamatan Mori Atas, Kecamatan Mori Utara dan Kecamatan Lembo, Lemboraya Kabupaten Morut.  Ketiga perusahaan sawit tersebut yakni PT. Timur Jaya Indomakmur, PT. Nusa Mas Griya Lestari dan PT. Kirana Sinar Gemilang bertempat di Ruang kerja Bupati Morowali Utara Kamis (02/06/2022).

Dalam sambutanya Bupati Morowali Utara Delis Julkarson Hehi menyampaikan, terimah kasih atas kehadiran semuanya. Semoga apa yang menjadi tujuan kita semua untuk berdialog disini akan mendapatkan suatu hasil yang baik.

“Kami pemerintah daerah sangat mendukung kehadiran investasi di daerah ini demi kesejahteraan masyarakat dan kemajuan di daerah ini,” imbuh Delis mengawali sambutan.

Adapun pertemuaan itu diketahui merupakan tindak lanjuti surat dan permintaaan yang dilayangkan oleh masyarakat petani peduli plasma kepada pemerintah daerah, tentang permohonan peninjauan klarifikasi pengolahan management kebun kelapa sawit plasma di wilayah Kecamatan Mori Atas, Mori Utara dan Kecamatan Lembo, Lemboraya.

Warga mengklaim, hingga kini petani plasma merasa sangat dirugikan dengan hasil produksi tandan buah segar (TBS) yang dikelola oleh tiga anak perusahaan tersebut. Menurut petani plasma, hasil panen tandan buah segar (TBS) semakin hari semakin meningkat produksinya. Sementara yang dibayarkan kepada petani plasma hanya Rp 70.000 /ha setiap bulannya. Dan hasil ini sudah berlangsung empat tahun berturut-turut.

Dalam kesempatan itu, selaku ketua sekaligus mewakili Koperasi Lembo Jaya, Guslan Tomboelu kepada pihak management perusahaan  mengutarakan bahwa ada beberapa poin yang menjadi kesimpulan dari kelompok koperasi plasma Lembo Jaya, diantaranya,

  1. Jika berdasarkan data dan fakta bahwa capaian produksi TBS oleh PT. Kirana Sinar Gemilang sebagai operator kebun plasma Koperasi Lembo Jaya, sangat jauh dari harapan  jika dibandingkan dengan estimasi produksi yang disosialisasikan oleh perusahaan pada tahun 2016, ataupun jika dibandingkan dengan estimasi perhitungan standar minimal.
  • PT. Kirana Sinar Gemilang sebagai operator kebun plasma disinyalir sengaja memanipulasi data produksi tandan buah segar (TBS), yakni dengan sengaja tidak mencapai target produksi TBS dan penjualan TBS yang berakibat pada ketidakmampuan Koperasi Plasma Lembo Jaya melakukan pembayaran, bahkan menurutnya penambahan utang dari tahun ke tahun.
  • Usulan adendum hutang piutang yang pada intinya PT. Kirana Sinar Gemilang memintakan    kenaikan plafon nilai pinjaman koperasi lembo jaya yang semula Rp 30.333.596.683 menjadi sebesar Rp 45.000.000.000.semakin mempertegas adanya manipulasi data yang sesungguhnya. Produksi TBS dari hasil penjualan TBS jauh lebih besar yang dibandingkan dengan fakta koperasi plasma lembo jaya.

“Berdasarkan fakta data pengelolaan kebun plasma yang disampaikan oleh PT. Kirana Sinar Gemilang, dan jika pada pengelolaan inti mempunyai hasil yang sama, hal ini menunjukan bahwa sesunguhnya saat ini perusahaan sudah bangkrut atau rugi besar,” tukas Guslan.

Masih menurut Guslan, usulan konkrit agar PT Kirana Sinar Gemilang selaku operator kebun plasma harus mampu mencapai target produksi TBS pada estimasi standar minimal. jika sangat sulit untuk mencapai estimasi produksi baik perusahaan dan sebagai bentuk kemitraan dengan petani plasma Koprasi Lembo Jaya, tidak ada tawar menawar bagi pihak PT Kirana Sinar Gemilang untuk tidak menaikan dana talangan dari Rp 70.000/Ha/bulan menjadi Rp 1. 000.000/Ha/bulan.

Selanjutnya apabila PT Kirana Sinar Gemilang selaku operator kebun plasma tidak sanggup meningkatkan produksi tandan buah segar (TBS) minimal mencapai pada estimasi produksi dengan standar minimal, sebagaimana telah diuraikan diatas dan tidak bisa memenuhi dana talangan sebesar Rp 1.000.000/Ha/bulan, maka Koperasi Lembo Jaya akan mengolah sendiri kebun plasma dan bersedia melunasi semua utang yang sudah disepakati sebelumnya.

Hal yang sama juga diutarakan oleh kelompok koperasi plasma lainnya.

Selanjutnya menangapi uraian dari ketua Koperasi Plasma Lembo Jaya tersebut, pihak menejemen perusahaan menepis terkait tudingan ke pihak perusahaan yang mengatakan disinyalir memanipulasi data produksi dan penjualan.

“Kami akan buktikan bahwa tidak ada manipulasi data produksi. Nanti kita akan buktikan pada Rapat Angota Tahunan (RAT). Karena kami juga ada melakukan Riset melalui RC kami. Memang diakui bahwa tiga tahun terakhir ini kami belum melaksanakan RAT karna terkendala dengan adanya Covid 19. Untuk itu kami akan segera usulkan untuk segera melaksanakan RAT. Paling lambat akhir bulan Juni atau diawal bulan Juli untuk menjawab semuanya,” ungkap perwakilan perusahaan menjawab tudingan petani.

Hinga pertemuan berakhir belum ada menghasilkan keputusan, menunggu dilaksanakannya RAT pada awal bulan Juli mendatang.  

Dalam rapat ini dipimpin langsung oleh Bupati Morut dr. Delis Julkarson Hehi, Mars didampingi Sekda Ir.musda Guntur, yang turut dihadiri oleh anggota DPRD Djon Pehopu, Asisten l Drs Victor Tamehi,  Kadis Pertanian Abbas Matoori, Kadis Koperasi, para Camat, kepala kepala desa dan BPD serta para Ketua Koperasi Plasma, pihak menejemen Perusahaan Djoni Gunawan Div Head, Binsar Sirait RC dan Asep Staff GCR. CHEM

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here