Kejari dan Inspektorat Poso Bersama Awasi Dana Desa

0
Foto : Kacabjari Tentena saat melakukan pertemuan dengan Inspektur Inspektorat Poso Senin (21/3) (Ist)

POSO, POSONEWS –Untuk membangun sinergisitas sekaligus memperkuat kerja sama dalam hal pengawasan terhadap penggunaan anggaran yang dikelola oleh pemerintahan desa (Pemdes)  yang berada di 5 wilayah Kecamatan (Pamona bersaudara), Kepala Cabang Kejaksaan Negeri (Kacabjari) Tentena Kabupaten Poso Yunan Putra Fridaus SH didampingi jajarannya, mendatangi Kantor Inspektorat Pemkab Poso, Senin (21/03/2022).

Kedatangan Kacabjari Tentena bersama rombongan tampak diterima langsung oleh Inspektur Inspektorat Pemda Poso Rudy Richardo Rompas di ruang kerjanya. Keduanyapun langsung terlibat dalam pembicaraan penuh keakraban.

Yunan mengatakan, kedatangan ini tak lain untuk mempererat tali silahturahmi yang selama ini telah terjalin erat dengan pihak pengawasan internal Pemda Poso.

- Advertisement -

“Langkah silahturahmi ini, juga sekaligus membangun sinergisitas antara Kejari Poso selaku pihak pengawas eksternal dengan Inspektorat Pemda Poso sebagai pengawas internal terkait APBDes yang ada di wilayah hukum Kantor Cabang Kejari Poso di Tentena,” tutur Yunan.

Menurut Yunan, saat ini terdapat sekitar 80 an desa diwilayah Pamona Bersaudara yang tengah dilakukan upaya pembinaan terhadap penggunaan APBDes, agar terhindar  dari hal-hal yang berimplikasi pada pelanggaran hukum.

Sementara itu, Inspektur Inspektorat Poso Rudy Richardo Rompas juga mengakui bahwa Inspektorat sebagai pengawas internal – APIP akan senantiasa bersinergi dengan pihak Kejari Poso, termasuk dengan Kacabjari di Tentena.

“Dari 142 desa yang ada di Kabupaten Poso, 80 desa diantaranya yang masuk dalam wilayah hukum Kacabjari Tentena. Untuk itu kami sangat berterima kasih dan merasa terbantu atas upaya pembinaan yang dilakukan pihak Kacabjari Tentena selama ini,” ujar Rudy.

Rudy juga mengakui sisi SDM masih dinilai minim. Walaupun demikian, pihaknya akan tetap melakukan upaya pembinaan dan pengawasan.

“Walau SDM nya seperti itu, pengawasan akan tetap kami jalankan. Mereka siap jadi kepala desa, maka harus siap juga untuk mempertanggung jawabkan penggunaan keuangan desanya.  Ini yang akan terus kami lakukan bekerjasama dengan pihak Kejari Poso termasuk Kacabjari Tentena. Kekompakan ini jadi kekuatan besar dan warning bagi semua pemerintahan desa serta ada efek jera agar tidak terulang lagi seperti pemerintahan desa lain yang telah terjerat hukum,” pungkasnya. ADI

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here