Warga Kembali Blokir Jalan Menuju Lokasi Tambang PT. SSP

0
125
Foto: Situasi pemblokiran jalan oleh warga Desa Tontowea menuju lokasi tambang PT. SSP (Samuel)

TONTOWEA, POSONEWS – Masyarakat Desa Tontowea Kecamatan Petasia Barat Kabupaten  Morowali Utara  kembali melakukan pemalangan jalan menuju lokasi tambang di daerah IUP PT. Sumber Swarna Pratama (SSP) Kamis (17/2/2022).

Pemalangan akses jalan dilakukan warga selang sehari peninjauan oleh Bupati Morut bersama rombongan ke lokasi untuk meninjau langsung kegiatan di lapangan. Pemalangan kali ini dipicu kesesalan warga terkait tidak jelasnya realisasi kesepakan dari hasil pertemuan yang dilakukan pada 20 Desember 2019 antara warga dan pihak perusahaan.

Salah seorang warga menduga pihak perusahaan tidak punya itikad baik hadir di daerah untuk berinvestasi.

Sebelumnya warga Desa Tontowea juga sudah melakukan pemalangan pada pintu masuk perusahaan Selasa 15 februari 2022.

Sementara keeseokan harinya tepatnya  16 Februari 2022, masyarakat bersama pemerintah desa dan BPD setempat melakukan pertemuan dengan membuat keputusan bersama dengan menyepakati untuk merevisi kembali segala tuntutan yang sudah disepakati bersama sebelumnya yaitu.

1. Biaya ganti rugi atau pembebasan lahan masyarakat Desa Tontowea.

2. Dana kesejahteraan atau konpensasi sebesar 5000/matrik ton, diberlakukan setelah penambangan berjalan dibawah pengawasan Desa Tontowea.

3. Memperhatikan dampak lingkungan yang terjadi disekitar areal penambangan.

4. Pihak perusahaan akan memberikan dana dampak sebesar 500.000/per Kk, yang tertuang pada kesepakatan pada tanggal 20 Desember 2019.

5. Pembagian dana hasil CSR harus lebih jelas sesuai aturan yang berlaku kepada masyarkat secara umum melalui Pemdes Tontowea.

6. Perekrutan tenaga kerja skill dan non skill harus diprioritaskan dari Desa Tontowea sebagai desa lingkar tambang.

Menurut Kades Tontowea Salmon Toganti, selama pihak perusahaan tidak hadir untuk bertemu dan berkomunikasi dengan warga  dan tidak mengindahkan kesepakatan tersebut di atas, maka pihaknya bersama masyarakat akan terus melakukan pemalangan.

Sementara itu, salah seorang warga Desa Tontowea, Apet (46) meminta agar pemerintah daerah bisa memperhatikan keluhan warga Desa Tontowea.

“Jangan mereka perusahaan hanya datang mengeruk hasil tanah kami, namun sebaliknya kami tidak mendapatkan manfaat dari mereka. Padahal kesepakan sudah pernah dibicarakan bersama antara pemdes dan pihak perusahaan,” kesal Apet.

Hinga Berita ini diturunkan pihak  perusahaan belum dapat dihubungi untuk diminta tangapan terkait pemalangan warga tersebut. CHEM

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here