Gelar Konsolidasi, Anwar Hafid: Simpatisan Tetap Gunakan Hak Pilih

0
- Advertisement -

POSONEWS, Morowali – Anggota DPR-RI asal Partai Demokrat, Anwar Hafid menggelar konsolidasi bersama masyarakat, pendukung dan simpatisan Anwar-Sigit (AS) di Desa Wosu Kecamatan Bungku Barat, Selasa (8/9/2020) malam.

Didepan ratusan masyarakat yang hadir, Anwar Hafid menyampaikan bahwa dalam Pilgub pada tanggal 9 Desember 2020 mendatang, semua masyarakat harus tetap memberikan hak suaranya.

“Ada harapan besar kepada kontestan yang telah memenuhi syarat untuk dipilih, yang bisa membawa kehidupan masyarakat dan daerah lebih baik lagi, maka saya berharap gunakanlah hak pilih kita semua dari calon yang ada,” jelasnya.

Anwar Hafid menegaskan, bagi para simpatisan dan relawan “AS” agar tidak Golput dan wajib memberikan hak suara, meskipun dalam perhelatan Pilkada Gubernur Sulawesi Tengah kali ini, ia belum lolos sebagai Cagub, karena itu adalah hak dari warga negara.

- Advertisement -

Anwar mengatakan, kegagalan dirinya maju Pilgub, akibat tidak terpenuhinya kursi yang menjadi syarat dukungan kursi partai politik, karena hanya tujuh kursi yang tersedia dari sembilan kursi yang dipersyaratkan.

Ia menjelaskan, telah mengambil pelajaran penting dalam kontestasi kali ini, dan akan mempersiapkan diri lebih baik lagi di masa yang akan datang.

“Pilkada Gubernur dan Wakil Gubernur akan tetap dilaksanakan dengan dua pasangan calon, untuk itu bagi relawan ‘AS’, saya sampaikan ada tiga pandangan yang bisa menjadi dasar memilih seorang pemimpin, yaitu visi misi yang pro terhadap rakyat, baik itu pendidikan gratis, kesehatan gratis, dan lapangan pekerjaan, yang berikutnya, pilihlah pemimpin yang bisa membuat negara menjadi dermawan kepada daerahnya,” ungkapnya.

Seperti diketahui, visi misi ‘AS’ tentang pendidikan gratis, kesehatan gratis, dan lapangan kerja, seketika menjadi viral dan berhasil menarik simpati masyarakat Sulteng, sehingga elektabilitasnya meningkat tajam. Sangat disayangkan hingga batas akhir pendaftaran di KPUD Provinsi Sulteng, kursi partai pengusung tak mencukupi.

Menilik fenomena tersebut, tokoh politik yang merupakan mantan anggota DPRD Morowali, Alwi Tandjing yang diminta tanggapannya, Kamis (10/9/2020) mengungkapkan pandangannya.

“Itulah yang namanya demokrasi tanpa bingkai, saat ini menjadi kecenderungan mencari cara jadi pemenang tanpa perlu bertarung, akhirnya kepala daerah terpilih pada hakekatnya adalah pilihan partai yang disodorkan kepada masyarakat, kesannya masyarakat dikandang paksa untuk memilih suka atau tidak suka, bahkan impact-nya lahir golput bagi mereka yang tidak ada pilihan lain, kalau sistem ini berlanjut maka akan meningkatkan jumlah perlawanan terhadap kotak kosong, seperti yang terjadi saat ini, setiap ada perhelatan akan terjadi lagi yang demikian, terlalu mahal ongkos demokrasi di negeri ini,” ungkapnya. (BMG)

- Advertisement -