PT.RAS dan PT.SPN Bangun Jembatan Darurat

0
296
Alat berat milik perusahaan yang digunakan untuk membantu proses pembangunan jembatan darurat yang menghubungkan Desa Era dan Desa Peleru Kecamatan Mori Utara (Foto: Samuel/Posonews.id)

POSONEWS, MORUT – Masyarakat Desa Era dan Desa Peleru Kecamatan Mori Utara Kabupaten Morowali Utara boleh berbangga hati menyusul rampungnya pembangunan jembatan darurat yang melintasi Sungai Kuse yang menghubungkan kedua desa tersebut.

Pembangunan jembatan darurat ini merupakan inisitaif antara PT. Rimba Alam Sentosa (PT.RAS) dan PT. Sinergi Perkebunan Nusantara (PT.SPN) wilayah Watu Mesono yang dibantu oleh masyarakat edua desa.

Diharapkan, dengan terbangunnya jembatan darurat yang melintasi Sungai Kuse ini dapat membantu dan memperlancar arus lalu lintas orang dan barang kedua desa dan terutama dari kedua Perusahaan yang beraktifitas di Desa Era.

Sejauh ini pemerintah maupun masyarakat setempat masih menunggu perbaikan jembatan utama yang hingga kini belum rampung dikerjakan karena terkendala material kayu.

Sejumlah kendaraan roda empat dengan hati hati berusaha melintasi jembatan darurat yang menghubungkan Desa Era dan Desa Peleru Kecamatan Mori Utara (Foto: Samuel/Posonews.id)

“Material yang akan digunakan untuk membangun jembatan utama, belum sepenuhnya tersedia. Sehingga untuk memperlancar arus lalulintas, maka dibangunlah jembatan darurat ini,” ujar sejumlah warga kepada POSONEWS.id

Menurut warga, sesuai dengan kesepakatan hasil pertemuan di Desa Peleru pada 19 Juni 2020 lalu, yang dihadiri Sekcam Mori Utara, anggota DPRD Morut John Pehopu serta perwakilan tiga (3) Perusahaan yakni PT.RAS, PT
SPN dan PT.NGL, disepakati bahwa pengadaan kayu dilakukan oleh PT.NGL.

“Hanya saja sampai saat ini masih terkendala sehingga material kayu belum bisa tersedia. Namun dengan adanya jembatan darurat sementara ini diharapkan bisa membantu arus lalu lintas kendaraan sampai menunggu rampungnya pembangunan jembatan utama,” imbuh warga berharap.

Untuk menyelesaikan pembangunan jembatan darurat ini, pihak perusahaan juga menurunkan alat berat untuk mempercepat proses pembangunan. (CHEM)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here