Amukan Sungai Dampala Terulang Lagi

0
343

POSONEWS, Morowali – Terhitung dua tahun berturut-turut, Desa Dampala, Kecamatan Bahodopi dilanda musibah banjir. Pada Juni 2019 lalu, Desa Dampala diterjang banjir bandang yang mengakibatkan rumah warga mengalami kerusakan parah bahkan ada yang hanyut dibawa derasnya arus sungai.

Pada Juli 2020, Desa Dampala kembali diterpa banjir. Puncaknya, terjadi pada Kamis (16/7/2020). Sekitar pukul 09.30 wita, Sungai Dampala telah meluap karena intensitas hujan yang cukup tinggi dalam kurun waktu beberapa hari terakhir ini.

Alhasil, Jalan alternatif yang dibuat akibat jalan utama Trans Sulawesi yang putus pada tahun lalu juga lumpuh total. Pada sore hari, volume air di sungai Dampala semakin meningkat, sehingga air sungai masuk ke dalam pemukiman penduduk dan merendam hampir semua bangunan rumah di Desa Dampala tersebut.

Berdasarkan data yang ada, untuk Desa Dampala, rumah yang terendam dari luapan air sungai kurang lebih 70 unit. Selain itu, luapan sungai juga merendam satu Masjid dan satu bangunan sekolah. Selain Dampala, luapan sungai juga merendam beberapa rumah warga beserta kantor Desa Lele yang lokasinya bersebelahan dengan Desa Dampala.

Terjadinya bencana banjir selama dua tahun berturut-turut ini, menimbulkan pertanyaan. Diduga, penyebab meluapnya sungai Dampala ini dikarenakan adanya aktivitas pertambangan di hulu sungai. Pasalnya setiap kali terjadi hujan lebat, warna air sungai tersebut langsung berubah menjadi warna cokelat kemerahan. Ditambah lagi ketika volume air sungai meningkat karena hujan lebat terus mengguyur, berbagai jenis batang kayu hanyut dari bagian atas sungai.

Menanggapi terjadinya bencana banjir yang melanda Desa Dampala selama dua tahun beruntun ini, Wasekjen DPP Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Wazir Muhaemin menyatakan bahwa pihak Kepolisian harus melakukan investigasi untuk mengungkap penyebab meluapnya sungai Dampala hingga merendam pemukiman penduduk.

“Atas kejadian ini, semoga pelaku penambangan yang arogan dan semena-mena dalam melakukan aktivitas tanpa mengindahkan SOP penambangan bisa segera diproses secara hukum yang berlaku,” tegas pria yang akrab disapa Wazir.

Diketahui, pasca banjir bandang 8 Juni 2019 silam yang melanda tiga Desa di Kecamatan Bahodopi termasuk Desa Dampala, kelompok masyarakat yang terdampak langsung melakukan investigasi untuk mencari tahu penyebab terjadinya banjir bandang. Dari hasil investigasi itu, ditemukan titik lokasi pertambangan tepatnya di blok 8 PT Bintang Delapan Mineral (BDM) yang diduga kuat penyebab utama tiga desa direndam air banjir.

Dugaan itu diperkuat dengan adanya aktivitas pertambangan pengambilan material Ore, yang disertai dengan adanya aktivitas pembalakan kayu yang juga diduga kuat berlangsung secara ilegal.

“Jadi berdasarkan hasil investigasi tersebut, besar kemungkinan penyebab kembali meluapnya air sungai Dampala ini dikarenakan sudah gundulnya gunung. Itulah yang menjadikan debit air yang mengalir dari gunung bertambah banyak, hingga hilir sungai tidak dapat menampung debit air yang banyak tersebut. Penyebab gundulnya gunung tersebut, tentunya dikarenakan pelaku penambang belum melakukan penghijauan diareal pertambangannya hingga hari ini,”ungkapnya. (**)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here