Kades Wilayah DAS Sungai Dampala Angkat Bicara Soal Isu Banjir

0

Tingginya curah hujan membuat masyarakat Morowali merasa takut akan datangnya banjir, terutama masyarakat yang ada di Kecamatan Bahodopi, yakni Desa Siumbatu, Dampala dan Desa Lele yang menjadi korban banjir beberapa tahun lalu, sehingga tiga Kepala Desa ini telah memahami benar terjadinya banjir terutama karena tingginya curah hujan.

“Kita lihat sendiri keadaan cuaca di Morowali dan beberapa daerah lainnya seperti apa, jadi memang debit air pasti naik, hanya saja memang banyak oknum yang menggoreng sampai hangus isu ini dengan mengkabing hitamkan perusahaan yang ada di desa kami,” Ujar Mirwan, Junaedi dan Hartono selaku Kepala Desa yang memwakili masyarakat.

Curah hujan yang tinggi mengakibatkan debit air naik dan membuat jalan alternatif terganggu, olehnya itu dilakukan pengerukan agar aliran air sungai tidak masuk ke dalam perkampungan dan alat berat yang dipakai merupakan alat perusahaan yang selama ini banyak membantu kebutuhan masyarakat.

Menurut paparan tiga Kepala Desa bahwa selama ini pihak perusahaan sangat koperatif terhadap peningkatan ekonomi masyarakat desa binaan mereka.

“Jadi memang ada perusahaan tambang di desa kami dan ini adalah perusahaan lokal, selama ini perusahaan ini sudah banyak membantu masyarakat, terutama dalam penaganan banjir sehingga kami meminta kepada oknum yang terus menghembus isu mengkambing hitamkan perusahaan sampai mengatakan penyebab banjir adalah perusahaan itu Hoaks. Buktinya alat yang kami pakai di sungai alat perusahaan, jadi sudahlah kami paham mereka yang berbicara ini karena ada kepentingan,” papar tiga Kepala Desa.

Ditambahkan oleh tiga Kepala Desa kiranya media juga tidak ikut terjerumus dalam kepentingan oknum-oknum yang membuat publik beropini negatif hanya karena kepentingan mereka sehingga para kepala desa paham apa maslah angkat bicaranya para oknum yang dinilai hoaks.

“BMKG dan BPBD Morowali sendiri menyampaikan ke media kiranya masyarakat waspada karena memang cuaca yang buruk, jadi memang yang mengkambing hitamkan perusahaan ini karena kepentingan,” tutup para Kepala Desa. (DRM)

- Advertisement -