Ditengah Pandemi Covid-19, Pemerintah Harus Sediakan Akses Internet Gratis untuk Belajar Daring

0
495
Dosen Fakultas Teknik Sipil di Unsimar, Rahman Lamusu (berkacamata hitam). FOTO : IST

POSONEWS,  Poso – Pendidikan merupakan salah satu sektor yang paling terdampak pandemi Covid-19, Disemua tingkatan baik sekolah dan perguruan tinggi diliburkan sebagai langkah pencegahan penyebaran virus corona. Dampak yang paling dirasakan akibat pandemi covid-19 diberlakukannya belajar daring.

Diberlakukannya belajar daring ini, membuat orang tua murid dan tenaga pendidik harus bekerja ekstra, bukan hanya dalam mengarahkan, tetapi dalah hal mengeluarkan biaya untuk belajar daring tersebut.   

Dosen Fakultas Teknik Sipil di Unsimar, Rahman Lamusu menyebutkan, tantangan sistem pendidikan online  tidak mudah dijalan, disamping disiplin pribadi untuk belajar secara mandiri, ada fasilitas dan sumber daya yang mesti disediakan.

Dia mengaku, adanya pemberlakuan pendidikan jarak jauh saat ini, banyak orang tua bahkan tenaga tenaga pendidik yang kesulitan, baik dalam menyediakan perangkat belajar seperti ponsel dan laptop maupun pulsa untuk koneksi internet.

Sistem pembelajaran online ini,  menurutnya berpotensi membuat kesenjangan sosial ekonomi yang selama ini terjadi, makin melebar saat pandemi.

 “Semuanya harus belajar dari rumahnya masing-masing. Ada banyak persoalan dari situasi yang baru pertama kali dialami ini. Program belajar dari rumah tentu tidak memiliki efektifitas yang sama dibandingkan dengan interaksi langsung di sekolah dengan para guru dan teman sebaya,” kata Sekretaris HIPMI Kabupaten Poso ini.

Mantan Koordinator Basic Traning HMI angkatan XXV tahun 2008 ini menjelaskan, dengan system belajar jarak jauh ini, kemampuan memahami dan menyerap materi yang diajarkan jauh berkurang,  mengingat siswa hanya belajar di depan layar handphone atau komputer, karena proses pemahaman sebuah masalah dapat diperoleh secara maksimal dengan menggunakan lima pancaindra.

Keterbatasan belajar di layar kata Amang sapaan akrab Rahman Lamusu,  mereduksi kemampuan alamiah para siswa dan mahasiswa. Biasanya, interaksi dan diskusi dengan sesama pelajar dan mahasiswa mampu meningkatkan pemahaman atas materi-materi sulit.

Dia menmbahkan,  di tengah pembatasan sosial akibat wabah covid-19, untuk belajar daring, dalam satu hari bisa diperlukan satu giga byte. Maka dalam satu bulan, bisa dibutuhkan 20-25 Gigabyte yang bila dirupiahkan mencapai 200 ribu lebih. Dalam situasi ekonomi sulit seperti ini, tambahan biaya menjadi beban berat bagi banyak orang

 “Dalam situasi seperti ini, pemerintah seharusnya turun tangan, untuk akses internet, pemberian internet gratis bagi pelajar dan mahasiswa akan sangat membantu ditengah pandemi covid-19 ini,” tandasnya. (NDY)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here