Pasien Positif COVID-19 Di Morowali Bertambah

0
355

POSONEWS, Morowali – Secara mengejutkan, pasien positif COVID-19 di Kabupaten Morowali Sulawesi Tengah bertambah lagi dua orang, sesuai release yang dikeluarkan juru bicara COVID-19 Morowali, Ashar Ma’ruf, Kamis (14/5/2020).

Berikut release tim COVID-19 Kabupaten Morowali :

  1. PDP 013, Jenis Kelamin Laki-laki umur  78 tahun, alamat Desa Lokombulo Kecamatan Bungku Selatan, riwayat masuk RSUD Morowali pada tanggal 4 Mei 2020 dengan gejala batuk lama dan broncopneumonia. Dilakukan swab dinyatakan hasilnya negatif berdasarkan surat Kepala Labkes Makassar Nomor LB.03.01./XL III.2/992/2020. Saat ini pasien sedang menjalani karantina mandiri di rumah selama 14 hari terhitung sejak tanggal dinyatakan negatif.
  2. PDP 014, Jenis kelamin laki-laki umur 45 tahun, alamat Kelurahan Lamberea Kecamatan Bungku Tengah. Riwayat perjalanan dari Makassar bulan Maret 2020 dan merupakan klaster Gowa, masuk RSUD Morowali pada tanggal 8 Mei 2020 dengan gejala batuk lama. Hasil rapid tes positif dan dilakukan swab hasil pemeriksaan swab oleh laboratorium kesehatan palu dinyatakan negatif berdasarkan surat kepala labkes palu nomor 800/121/TU-Labkes-diskes tanggal 13 mei 2020 dan dinyatakan bukan covid 19.
  3. Laki-laki umur 39 tahun, alamat KTP Kelurahan Ulunambo Kecamatan Menui Kepulauan, merupakan karyawan salah satu perusahaan di Beteleme Kabupaten Morowali Utara, yang selama ini berdomisili di Kabupaten Morowali Utara. Ia masuk RSUD Morowali, rujukan dari Beteleme pada tanggal 1 Mei 2020, oleh dokter RSUD Morowali didiagnosa batu empedu dengan hasil Rapid tes negatif. Tanggal 5 Mei 2020, pasien dirujuk  ke RS Bahteramas Kendari untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut, dilakukan rapid tes dengan hasil reaktif. Selanjutnya oleh pihak RS Bahteramas dilakukan swab dan hasil pemeriksaan swab dinyatakan positif pada tanggal 13 Mei 2020, dilaporkan oleh jubir covid 19 Sulawesi Tenggara dengan kasus positif yang berasal dari Menui Kepulauan sesuai KTP. Setelah dilakukan koordinasi oleh pihak Dinkes Sulawesi Tenggara, maka pasien tersebut hari ini tanggal 14 Mei 2020, dilaporkan oleh Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tengah sebagai kasus terkonfirmasi positif (COVID 19) dari Kabupaten Morowali ke pusat dan dinyatakan sebagai positif 04.
  4. PDP 015, anak umur 2 tahun jenis kelamin laki-laki, alamat Desa Lalampu Kecamatan Bahodopi, tidak ada riwayat perjalanan keluar daerah namun kakak kandung anak tersebut 3 minggu yang lalu dari Jogjakarta, demikian juga ayah kandung anak tersebut dari Kendari tanggal 8 Mei 2020, masuk RSUD Morowali dengan broncopneumonia hasil rapid tes negatif. Dilakukan swab dan dinyatakan positif berdasarkan surat Kepala Laboratorium kesehatan Palu Nomor 800/121/TU-Labkes- diskes tanggal 13 Mei 2020 dan dinyatakan sebagai pasien terkonfirmasi positif 05.

“Saat ini sedang menjalani isolasi mandiri dengan ketat di rumah, dan direncanakan akan diswab kedua pada hari ke 10 setelah swab pertama,” kata Azhar Ma’ruf via pesan Whats App.

  1. PDP 016, berjenis kelamin laki-laki umur 56 tahun, alamat Desa Matansala Kecamatan Bungku Tengah, tidak ada riwayat perjalanan keluar daerah maupun kontak dengan pasien terkonfirmasi positif. Ia masuk RSUD Morowali pada tanggal 5 Mei 2020, dengan gejala TB paru dan broncopneumonia. Dilakukan swab dan hasil pemeriksaan swab dinyatakan positif berdasarkan surat Kepala Laboratorium Kesehatan Palu nomor 800/121/TU-labkes-diskes tgl 13 Mei 2020 dan saat ini pasien masih menjalani perawatan di RSUD Morowali dan dinyatakan pasien terkonfirmasi postitif 06.
  2. PDP 017, jenis kelamin laki-laki umur 68 tahun, alamat Desa Bente Kecamatan Bungku Tengah, tidak ada riwayat perjalanan keluar daerah maupun kontak dengan pasien terkonfirmasi positif. Ia masuk RSUD Morowali tanggal 12 Mei 2020, hasil rapid tes reaktif dan saat ini sedang dalam proses swab.

“Semua pasien tersebut sudah dilakukan tracing kontak,” kata Ashar Ma’ruf.

Ditambahkannya, sesuai data Covid Dinkes Morowali bahwa 3 orang pasien corona yang dirawat di RSUD Undata Palu telah dinyatakan sembuh.

Ia pun meminta agar masyarakat Morowali lebih meningkatkan kewaspadaan dalam upaya pencegahan penyebaran COVID-19. (BMG).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here